Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lulusan SMK Bekasi Bakal Dilatih 8 Bulan di China untuk Kerja di PSEL

3 min read
Lulusan SMK Bekasi Bakal Dilatih 8 Bulan di China untuk Kerja di PSEL
Ilustrasi siswa SMK di Kota Bekasi. (Dokumen Pemkot Bekasi)
  • Pemkot Bekasi memetakan lulusan SMK lokal, terutama jurusan elektrik dan teknik mesin, untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di fasilitas PSEL Bantargebang.
  • Kandidat terpilih akan menjalani pelatihan delapan bulan di PT Wangneng, China, dengan syarat pendidikan, kesehatan jasmani-rohani, dan ketentuan seleksi terpenuhi.
  • PSEL Bantargebang berkapasitas 1.500 ton sampah per hari, ditargetkan memasok listrik bagi 55.000 rumah tangga serta membuka manfaat ekonomi bagi warga Bekasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Bekasi berpeluang mendapatkan pelatihan kerja selama delapan bulan di China, untuk dipersiapkan menjadi tenaga kerja di fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyiapkan tenaga kerja lokal agar dapat terlibat dalam proyek strategis yang dibangun di wilayahnya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, dirinya mulai memetakan calon tenaga kerja dari sejumlah SMK di Kota Bekasi. Pihaknya juga telah mendatangi tiga sekolah, yakni SMK Karya Guna 1 Duren Jaya, Bekasi Timur; SMKN 5 Teluk Pucung, Bekasi Utara; dan SMK Patriot 1 Harapan Mulya, Medan Satria.

“Kalau ada proyek strategis yang hadir di Kota Bekasi, anak-anak Bekasi harus punya kesempatan untuk ikut mengambil peran. Kita tidak ingin proyeknya ada di sini, tetapi tenaga kerjanya justru seluruhnya datang dari luar,” kata Tri, Selasa (6/10/2026).

  1. 1. Siswa jurusan teknik jadi sasaran

    IMG_20260914_080506.jpg
    Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

    Dalam penjaringan tersebut, siswa SMK dari jurusan elektrik, teknik mesin, dan bidang teknik lain yang relevan diperkenalkan dengan kebutuhan tenaga kerja PSEL.

    Tri menyampaikan, Pemkot Bekasi mulai memetakan kompetensi siswa sejak di bangku sekolah agar lulusan yang memiliki kemampuan sesuai dapat dipertemukan dengan kebutuhan operasional fasilitas tersebut.

    “Ini yang sedang kita bangun, bagaimana pemerintah menjadi jembatan. Anak-anak kita punya kompetensi, sementara proyek dan dunia usaha membutuhkan tenaga kerja. Kita pertemukan keduanya,” katanya.

  2. 2. Calon pekerja dilatih 8 bulan di China

    ilustrasi mengikuti lembaga pelatihan kerja (unsplash.com/Mufid Majnun)
    ilustrasi mengikuti lembaga pelatihan kerja (unsplash.com/Mufid Majnun)

    Tri menyampaikan, calon tenaga kerja yang terpilih nantinya akan mengikuti pelatihan kerja selama delapan bulan di PT Wangneng, China.

    Selain memenuhi persyaratan pendidikan, peserta juga harus memiliki kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang baik serta memenuhi ketentuan dalam proses seleksi.

    Pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi lulusan SMK Kota Bekasi sebelum terlibat dalam operasional PSEL. Tri menilai, kesempatan tersebut dapat membantu para lulusan meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh pengalaman kerja yang dapat menjadi modal dalam pengembangan karier.

    “Mereka harus menjadi bagian dari pembangunan itu. Kita siapkan dari sekarang, mulai dari kompetensinya, pelatihannya, sampai akses kepada dunia kerja,” ujar Tri.

  3. 3. PSEL ditargetkan beri manfaat ekonomi bagi warga

    IMG-20260826-WA0019.jpg
    Lokasi pembangunan PSEL Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Diketahui, pembangunan PSEL yang berlokasi di RW 04, Ciketingudik, Bantargebang, memiliki luas lahan 6,1 hektare dan dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari.

    Fasilitas tersebut menggunakan teknologi Moving Gate Incinerator serta dilengkapi sistem pengendalian polusi udara.

    Selain mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), PSEL diproyeksikan menghasilkan listrik untuk kebutuhan sekitar 55.000 rumah tangga. Fasilitas tersebut juga berpotensi mengurangi emisi hingga sekitar 640.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun.

    “Yang kita dorong adalah manfaat yang utuh. Persoalan sampah kita tangani, energi kita hasilkan, lingkungan kita perbaiki, dan masyarakat kita beri kesempatan untuk mendapatkan manfaat ekonominya. Kalau ada proyek yang hadir di Kota Bekasi, warga Bekasi harus punya ruang untuk tumbuh bersama di dalamnya,” jelas Tri.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More