Jakarta, IDN Times - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menggelar aksi simbolik#MatinyaReformasiPolri di depan Sekretariat ASEAN, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan pada Rabu (1/7/2026) pukul 16.25 WIB.
Mereka melakukan tabur bunga ke sebuah spanduk bertulis Matinya Reformasi Polri dengan wajah Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan mata yang ditutup tulisan #cabutUUPolri.
Dalam aksi itu, mahasiswa membawa keranda dan karangan bunga. Saat tabur bunga, foto Presiden ke-7 Joko “Jokowi” Widodo bersama eks Kapolri Tito Karnavian diletakkan.
“Ini simbol di Hari Bhayangkara turut berduka cita atas matinya Reformasi Polri,” kata Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Haernanda di lokasi.
Aksi itu dilakukan di depan ASEAN karena pergerakan mereka menuju Mabes Polri dihentikan puluhan polisi.
Respons polisi mendapat kecaman mahasiswa. Mereka adu argumen dan sempat saling dorong.
“Kenapa menghalangi kami? Kamu sudah menyampaikan pemberitahuan aksi,” kata Hafidz Haernanda, Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI kepada Kapolsek Kebayoran Baru yang memimpin penghadangan.
“Ini diskresi kepolisian, silahkan jalan memutar tidak lewet sini,” kata Nugraha.
“Bapak aturannya apa?,” timpal mahasiswa UI.
“Ini diskresi kepolisian,” kata Nugraha.
“Loh, gak bisa, kita sudah menyampaikan surat pemberitahuan,” lanjut Hafidz.
Aksi saling dorong pun kembali terjadi. Suasana makin panas ketika keranda yang dibawa dirusak aparat.
“Kalian udah sibuk ngurusin MBG, gak usah ngurusin kami,” ujar Hafidz.
Pada pukul 16.00 WIB mahasiswa menutup sebagian jalan Trunojoyo. Mereka berorasi dan membacakan tuntutannya.
Hingga pukul 16.40 WIB, mahasiswa UI masih bertahan di depan Sekretariat ASEAN dan masih berusaha untuk bergerak ke Mabes Polri.
