Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DPR Desak Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Khusus Pemulihan Sekolah NTT

DPR Desak Kemendikdasmen Siapkan Anggaran Khusus Pemulihan Sekolah NTT
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Dok. DPR RI)
  • Hetifah Sjaifudian mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah rusak di NTT setelah gempa magnitudo 7,7.
  • Pemulihan pendidikan diminta mencakup ruang kelas darurat, fasilitas belajar, ruang bermain, dan dukungan psikososial bagi anak-anak.
  • BNPB mencatat 995 gempa susulan, sementara data korban dan kerusakan rumah masih berkembang dan divalidasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mana yang perlu lebih dulu diprioritaskan di NTT?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) segera mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah yang rusak di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah daerah tersebut diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

Di sisi lain, Hetifah menekankan, pemulihan pendidikan dalam situasi bencana tidak dapat hanya menunggu pembangunan kembali gedung sekolah. Menurut dia, pemerintah harus segera membangun ruang kelas darurat, fasilitas belajar, serta ruang bermain dan dukungan psikososial bagi anak-anak, terutama bagi mereka yang berada di lokasi pengungsian.

“Akses pendidikan tidak boleh terputus karena sekolah rusak atau lokasinya jauh dari tempat pengungsian. Anak-anak tetap harus mendapatkan ruang yang aman untuk belajar dan bermain selama proses pemulihan berlangsung,” kata Hetifah kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).

Hetifah juga mendesak pemerintah segera memastikan akurasi dan keterpaduan data kerusakan pendidikan di NTT. Misalnya, data jumlah sekolah rusak, tingkat kerusakan, peserta didik dan guru yang terdampak, serta kebutuhan rehabilitasi dan fasilitas darurat harus segera diverifikasi di lapangan dan diperbarui secara berkala.

"Data yang akurat merupakan fondasi penting agar kebijakan rehabilitasi dan bantuan dapat tepat sasaran," kata dia.

  1. 1. Pemerintah harus petakan jumlah sekolah rusak di NTT

    Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian
    Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian. (Dok. DPR RI)

    Politikus Golkar itu meminta agar kerusakan fasilitas pendidikan segera menjadi perhatian pemerintah karena menyangkut keberlanjutan hak belajar anak-anak di wilayah terdampak.

    Saat ini, Kemendikdasmen masih melakukan pemetaan, verifikasi lapangan, dan asesmen terhadap kondisi sekolah serta peserta didik yang terdampak. Proses pendataan tersebut harus dilakukan secara cepat dan akurat agar pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam menentukan kebutuhan pemulihan di setiap wilayah.

    “Kerusakan sekolah harus segera dipetakan secara menyeluruh, termasuk kondisi bangunan, sarana pembelajaran, guru, dan peserta didik. Data yang akurat sangat penting agar penanganan tidak terlambat dan bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan,” ujar Hetifah.

  2. 2. Kemendikdasmen harus siapkan skema anggaran khusus

    Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendukung program pendidikan tinggi gratis di seluruh perguruan tinggi dalam wilayah Kaltim. (Dok.Istimewa)
    Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian mendukung program pendidikan tinggi gratis di seluruh perguruan tinggi dalam wilayah Kaltim. (Dok.Istimewa)

    Hetifah juga mendorong Kemendikdasmen agar memiliki skema dan anggaran khusus untuk penyediaan sekolah atau ruang belajar darurat di wilayah terdampak bencana. Menurutnya, mekanisme tersebut penting agar respons pemerintah dapat dilakukan secara cepat tanpa harus menunggu proses penganggaran yang terlalu panjang, terutama dalam kondisi ketika sarana pendidikan tidak dapat digunakan.

    Selain pembangunan fisik, ia juga menekankan agar program revitalisasi satuan pendidikan dilakukan secara menyeluruh. Pemulihan harus mencakup tidak hanya gedung sekolah, tetapi juga meja dan kursi, perangkat pembelajaran, fasilitas pendukung, serta bantuan bagi peserta didik dan warga satuan pendidikan yang terdampak.

    “Kita jangan hanya membangun kembali bangunan sekolahnya. Perangkat pembelajaran dan kebutuhan siswa juga harus dipastikan tersedia. Karena itu, kami mendorong pemerintah memastikan dukungan anggaran untuk seluruh kebutuhan pemulihan pendidikan,” kata Hetifah.

  3. 3. Update bencana gempa 7,7 M di NTT

    IMG-20260815-WA0028.jpg
    Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, terdapat 995 kali gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) usai diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

    "Dari BMKG itu untuk gempa susulan hingga tanggal 16 Agustus pukul 15.00 WIB, total gempa susulan berjumlah 995 kali," kata Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8).

    Kendati demikian, Muhari mengatakan gempa yang dirasakan oleh masyarakat hanya sebanyak 46 kali. Artinya, angka itutidak lebih dari 10 persen dari total gempa susulan tersebut.

    "Yang perlu kita pahami, gempa susulan ini diperlukan oleh struktur patahan gempa yang terjadi untuk kembali menjadi stabil. Jadi ini adalah fenomena alam yang memang harus kita lalui dan kita harapkan energi yang lepas bisa segera meluruh sehingga gempa susulan tidak lagi signifikan dan tidak lagi dirasakan oleh masyarakat," kata dia.

    Adapun, hingga Minggu (16/8/2026) sore, korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kemarin, bertambah menjadi 53 orang.

    BNPB melaporkan korban luka akibat gempa yang dirawat di fasilitas kesehatan berjumlah total 135 jiwa. Selain itu, akibat guncangan gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo itu, ada 154 unit rumah rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan akibat gempa.

    "Tentu saja data berkembang dinamis, dan akan melakukan percepatan dalam validasi data," ujar dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More