Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Takut Dibanjiri Imigran, Spanyol dan Maroko Perketat Perbatasan

Takut Dibanjiri Imigran, Spanyol dan Maroko Perketat Perbatasan
ilustrasi bendera Spanyol (unsplash.com/harlynkingm)
  • Spanyol dan Maroko memperketat perbatasan Ceuta serta Melilla setelah penyebaran ajakan masuk di media sosial dan krisis migrasi akhir Juli.
  • Maroko menangkap 294 orang yang mencoba memasuki Ceuta, sambil mengerahkan Angkatan Laut, Pasukan Khusus, dan Gendarmerie untuk mengamankan wilayah perbatasan.
  • Spanyol menginspeksi serta memasang pembatas laut, sementara Meta dan TikTok menyetujui penguatan verifikasi konten migrasi atas permintaan Uni Eropa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Spanyol dan Maroko sepakat memperketat penjagaan perbatasan menyusul adanya penyebaran masuk ke Ceuta dan Melilla di media sosial. Alhasil, kedua negara berupaya untuk mencegah krisis migrasi dengan meningkatkan personel keamanan.

Pada akhir Juli, Ceuta sudah dilanda krisis migrasi imbas masuknya 72 ribu imigran ilegal asal Maroko. Masuknya ribuan imigran ini menimbulkan ketegangan antara Spanyol dan Maroko dalam beberapa pekan terakhir

  1. 1. Maroko tangkap 294 imigran ilegal di perbatasan Ceuta

    ilustrasi bendera Maroko
    ilustrasi bendera Maroko (unsplash.com/alschim)

    Pada Sabtu (15/8/2026), Petugas keamanan Maroko mengaku sudah menangkap 294 orang, yang terdiri dari 248 imigran Sub-Sahara dan 48 warga Maroko yang mencoba masuk ke Ceuta. Otoritas setempat mengatakan bahwa petugas berhasil menstabilkan area di sekitar perbatasan Ceuta. 

    Dilansir Democrata, Angkatan Laut Maroko sudah dikerahkan untuk berpatroli di area maritim. Sedangkan di darat Pasukan Khusus Maroko sudah ditugaskan memantau sekeliling perbatasan untuk membantu pasukan Gendarmerie Maroko.

  2. 2. Spanyol adakan inspeksi infrastruktur perbatasan

    Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol.
    Gedung Pemerintahan Ceuta, Spanyol. (Diego Delso, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

    Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande Marlaska sudah berkunjung ke Ceuta. Ia mengunjungi langsung infrastruktur perbatasan terkini dan memasang pembatas laut untuk mencegah orang berenang ke Ceuta. 

    “Kami melakukan untuk mencegah orang masuk ke Ceuta dan Melilla secara ilegal. Tidak ada dari mereka yang tetap berada di Ceuta dan tidak ada dari mereka yang akan sampai di Semenanjung Iberia dan tidak ada yang akan diberikan status izin tinggal resmi,” terangnya, dikutip dari Politico.

  3. 3. Meta dan Tiktok setuju verifikasi konten soal migrasi di Ceuta

    logo Facebook dan Meta
    logo Facebook dan Meta (unsplash.com/solomin_d)

    Pekan ini, Meta dan TikTok sudah menyetujui permintaan Uni Eropa (UE) untuk memperkuat verifikasi konten migrasi ke Spanyol. Langkah ini untuk mencegah kabar bohong yang mendorong masuknya migran ke Ceuta dan Melilla. 

    Persetujuan ini bukan hanya meningkatkan moderasi, tapi juga mengharuskan Meta dan TikTok untuk meluncurkan prosedur khusus. Dengan itu, tim verifikasi akan dengan cepat memitigasi risiko informasi menyimpang yang berujung pergerakan migrasi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More