Jakarta, IDN Times - Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta menyatakan kedatangannya ke Jakarta atas inisiatif dan biaya pribadi untuk menuntut keadilan atas pencatutan wajahnya tanpa izin dalam film dokumenter berjudul "Pesta Babi".
Hal itu disampaikan merespons beredarnya narasi dari akun media lokal @laolao_papua yang menarasikan dirinya dijemput paksa dan difasilitasi PT Jhonlin Group.
"Itu tidak benar nak, itu tidak benar. Saya naik pesawat biasa dengan penumpang. Saya tidak naik kapal ke Merauke atau ke Boven Digoel dengan pesawat helikopternya Haji Isam. Itu tidak ada, itu omong kosong. Itu namanya provokator," kata Mama Sinta, Minggu (31/5/2026).
Dia juga menambahkan, dirinya tidak pernah bertemu dengan Haji Isam dan melakukan perjalanan dari Wanam ke Merauke, lalu membeli tiket pesawat ke Jayapura menuju Jakarta.
"TNI tidak jemput saya, tidak ada intimidasi. Kenapa kalian yang repot dengan saya? Saya datang ke Jakarta karena harga diri saya," kata dia.
