Resmi Ditutup, Festival Lari Banteng di Spanyol Catat 57 Korban

- Festival lari banteng San Fermin 2026 di Pamplona resmi berakhir dengan total 57 korban cedera, menjadi jumlah tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
- Dua peserta mengalami luka tusukan akibat tandukan banteng, sementara delapan lainnya menderita memar; seluruh korban dilaporkan dalam kondisi stabil setelah dirawat di rumah sakit.
- Kawanan banteng dari peternakan Jandilla menempuh rute 848,6 meter hanya dalam 2 menit 25 detik, menciptakan suasana tegang di tengah ribuan pelari yang memadati jalan sempit Pamplona.
Jakarta, IDN Times - Festival lari banteng San Fermin yang legendaris di Pamplona, Spanyol, resmi ditutup pada Selasa (14/7/2026). Penutupan perayaan tahunan yang ikonik ini diwarnai dengan insiden jatuhnya puluhan korban cedera sepanjang pelaksanaan rangkaian acara.
Pihak berwenang setempat mengonfirmasi adanya tambahan korban luka baru pada putaran kedelapan yang merupakan lari banteng terakhir di festival tersebut. Pemerintah setempat juga telah merilis data kumulatif mengenai keseluruhan peserta yang mengalami cedera selama perhelatan berlangsung.
1. Akumulasi korban cedera selama festival

Sebanyak sepuluh pria dilaporkan mengalami cedera pada hari terakhir festival setelah beradu nyali dengan kawanan banteng. Peningkatan tajam jumlah korban cedera pada penyelenggaraan tahun ini disinyalir dipengaruhi oleh banyaknya pelari amatir dan turis asing yang memadati lintasan. Edisi tahun ini mencatat total 57 korban terluka, yang merupakan angka tertinggi dalam tiga tahun terakhir pelaksanaan festival.
"Sepuluh pria mengalami luka-luka selama lari banteng kedelapan dari festival San Fermin yang terkenal di Spanyol, sehingga membawa jumlah total yang terluka selama edisi 2026 menjadi 57 orang," kata juru bicara Pemerintah Regional Navarre, dilansir dari RTL Today.
Tim penanganan darurat segera dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi seluruh korban ke pusat layanan kesehatan terdekat. Otoritas kesehatan mengonfirmasi bahwa sepuluh orang tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Navarre setelah lari banteng terakhir yang dinilai sangat berbahaya.
2. Detail kondisi korban luka

Insiden pada hari penutupan tersebut menyebabkan dua orang peserta mengalami luka tusukan akibat tandukan banteng petarung. Selain warga lokal, salah satu di antara korban luka yang dibawa ke rumah sakit merupakan seorang turis lansia berusia 86 tahun asal Inggris yang menderita luka pada tangan kanan, alis kiri, dan siku kirinya.
"Seorang pemuda berusia 18 tahun mengalami luka tusukan di paha dan seorang pria berusia 46 tahun tertusuk di dada, sementara delapan orang lainnya dibawa ke rumah sakit dengan memar pada tingkat keparahan yang bervariasi," kata juru bicara Pemerintah Regional Navarre.
Seluruh korban luka segera mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat. Pihak berwenang memastikan bahwa tidak ada korban dalam kondisi kritis dan kedua pria Spanyol yang terkena tandukan banteng tersebut saat ini berada dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan darurat.
3. Kawanan banteng yang dilepas menunjukkan kecepatan luar biasa

Kawanan banteng yang dilepas pada putaran terakhir menunjukkan kecepatan luar biasa sejak keluar dari kandang penampungan. Banteng-banteng agresif dari peternakan Jandilla tersebut berlari kencang menerobos kerumunan ribuan peserta yang memadati jalan-jalan sempit kota Pamplona.
"Banteng-banteng tersebut menyelesaikan rute sepanjang 848,6 meter dari kandang penampungan ke arena adu banteng kota dalam waktu 2 menit 25 detik," kata juru bicara Pemerintah Regional Navarre, dilansir dari Taipei Times.
Kecepatan tinggi kawanan banteng ini kembali mengejutkan banyak pelari karena ada lebih dari seribu orang yang berdesakan di sepanjang lintasan. Setelah melewati rute lari yang menegangkan di pagi hari, banteng-banteng tersebut dipastikan menghadapi kematian dalam adu banteng sore hari yang menampilkan matador-matador terbaik Spanyol.



















