Mentrans: Keberhasilan Transmigrasi Bergantung Kolaborasi Banyak Pihak

- Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, bukan kerja individu atau sektoral.
- Iftitah menilai nilai-nilai dalam sepak bola seperti kerja sama, disiplin, dan kepercayaan menjadi cerminan semangat yang dibutuhkan dalam transformasi dan pembangunan kawasan transmigrasi.
- Paradigma baru transmigrasi diarahkan untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan dunia usaha agar kawasan lebih produktif dan sejahtera.
Jakarta, IDN Times – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan keberhasilan pembangunan kawasan transmigrasi tidak bisa dicapai jika setiap pihak bekerja sendiri-sendiri. Menurutnya, transformasi transmigrasi hanya akan berhasil melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Pernyataan itu disampaikan Iftitah saat menghadiri kegiatan nonton bareng semifinal Piala Dunia antara Inggris dan Argentina di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh masyarakat di kawasan transmigrasi Malaka, Salor, dan Rempang, serta Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi di Yogyakarta, Denpasar, Banjarmasin, dan Pekanbaru.
1. Sepak bola mengajarkan nilai-nilai fondasi pembangunan transmigrasi

Iftitah mengatakan sepak bola mengajarkan nilai-nilai yang juga menjadi fondasi pembangunan transmigrasi.
"Tidak ada kemenangan yang diraih oleh satu orang. Sebuah tim menang karena memiliki tujuan yang sama, saling percaya, disiplin, bekerja sama, dan berjuang sampai peluit akhir. Nilai-nilai itulah yang juga sedang kita bangun dalam transformasi transmigrasi," kata Iftitah.
2. Transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru

Iftitah menjelaskan, paradigma baru transmigrasi menempatkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, pembangunan kawasan transmigrasi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga dunia usaha.
"Kalau semua bergerak sendiri-sendiri, hasilnya tidak akan maksimal. Tetapi ketika semua menjadi satu tim, maka kita bisa menciptakan kawasan transmigrasi yang produktif, maju, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," ujarnya.
3. Pentingnya kolaborasi bangun kawasan

Menurut Iftitah, semangat kebersamaan yang tercermin dalam pertandingan sepak bola menjadi gambaran pentingnya kolaborasi dalam membangun kawasan transmigrasi. Karena itu, Kementerian Transmigrasi menyambut ajakan TVRI untuk menggelar nonton bareng semifinal Piala Dunia.
"Kita ingin ikut menyemarakkan pesta sepak bola dunia sekaligus mempererat kebersamaan. Lewat kegiatan ini, masyarakat di berbagai kawasan transmigrasi dapat merasakan semangat yang sama meskipun berada di tempat yang berjauhan," katanya.
















