Jakarta, IDN Times - Suasana demo petani yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reforma Agraria (KNARA) di Patung Kuda, kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026), mulai lengang usai perwakilan KNARA diterima di Kementerian Sekretaris Negara (Kemensesneg).
Pantauan IDN Times, sejumlah peserta demo tampak melepas lelah di trotoar dan pinggir jalan. Bahkan, sejumlah pedagang suvernir baju turut menawarkan dagangan kepada pedemo.
Para petani itu datang dari berbagai wilayah, mulai dari Provinsi Riau, Jambi, Lampung, Sumatra Selatan, hingga Sulawesi Selatan. Salah satu tuntutan utama yang disuarakan dalam aksi tersebut yakni penyelesaian konflik agraria.
Deputi Pendidikan, Kajian dan Bacaan Dewan Pimpinan Nasional, Koalisi Nasional Reforma Agraria sekaligus Korlap Aksi, Ki Edi Susilo mengatakan, pertemuan dengan Kemensesneg masih berlangsung.
"20 perwakilan basis konflik diterima oleh perwakilan Kemensesneg, saat ini masih berlangsung," kata Edi kepada IDN Times di Jakarta, Kamis.
Dia mengatakan penyelesaian konflik lahan menjadi tuntutan utama para petani yang datang ke Jakarta. Selain menuntut penyelesaian konflik agraria, para petani mengapresiasi adanya Undang-Undang Reforma Agraria.
"Yang selanjutnya adalah mengapresiasi, misalkannya, Undang-Undang Reforma Agraria. Jadi, kita mengapresiasi banget Undang-Undang Reforma Agraria setelah 20 tahun," ujarnya.
