Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mbah Guru Matematika Dapat Penghargaan Satria SDM Emas dari Wamen Komdigi
Pemberian Penghargaan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo kepada Melan Achmad (Dok. Komdigi)
  • Melan Achmad, 79 tahun, menerima penghargaan Satria SDM Emas dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo pada perayaan HUT ke-3 Garuda TV di Jakarta.
  • Mantan pendidik sejak 1970 yang pensiun pada 2018 ini tetap mengajar matematika gratis melalui TikTok @binaprestasiswa, dibantu anaknya, sehingga ilmunya menjangkau masyarakat luas.
  • Angga menilai perjalanan Melan membuktikan transformasi digital dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk terus berkarya, menyebarkan pengetahuan, dan memberi manfaat produktif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
1970

Melan Achmad memulai karier sebagai pendidik di Aceh.

2018

Melan melanjutkan pengabdiannya di Purworejo, Jawa Tengah, hingga masa pensiun.

2024

Pada peringatan Hari Guru Nasional, Melan menerima penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto berupa plakat, laptop, dan uang tunai Rp100 juta.

9 Agustus 2026

Melan menerima penghargaan kategori Satria SDM Emas dari Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo pada perayaan HUT ke-3 Garuda TV di Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Melan Achmad, dikenal sebagai Mbah Guru Matematika, menerima penghargaan kategori Satria SDM Emas.
  • Who?
    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo menyerahkan penghargaan kepada Melan Achmad, pendidik berusia 79 tahun.
  • Where?
    Penghargaan diberikan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.
  • When?
    Penyerahan berlangsung pada puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga, Minggu, 9 Agustus 2026.
  • Why?
    Melan dinilai terus mengabdi dan membagikan pembelajaran matematika kepada masyarakat melalui teknologi digital meski telah pensiun.
  • How?
    Melan membuat konten pembelajaran matematika gratis di TikTok melalui akun @binaprestasiswa dengan bantuan anaknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mbah Guru Matematika bernama Melan Achmad dapat hadiah Satria SDM Emas dari Wakil Menteri Angga Raka Prabowo. Umurnya 79 tahun, tapi ia masih mengajar matematika di TikTok dengan bantuan anaknya. Banyak orang bisa belajar gratis. Dulu ia juga dapat hadiah dari Presiden Prabowo. Sekarang ia terus berbagi ilmu lewat internet.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penghargaan bagi Melan Achmad menyoroti nilai pengabdian yang tetap hidup lintas usia dan masa pensiun. Dengan dukungan keluarga serta platform digital, pengalaman panjangnya sebagai pendidik dapat hadir dalam materi matematika gratis yang menjangkau khalayak luas. Kisah ini juga memperlihatkan ruang produktif teknologi untuk menyebarkan pengetahuan yang bermanfaat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Melan Achmad yang dikenal sebagai Mbah Guru Matematika mendapatkan penghargaan dengan kategori Satria SDM Emas yang diberikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo.

Menurut Angga, Melan menunjukkan pengabdian kepada masyarakat dapat terus berlangsung dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital.

“Bapak Melan ini memberikan contoh bahwa usia bukan menjadi batas untuk terus memberikan manfaat. Teknologi digital justru bisa menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada masyarakat secara lebih luas,” ujarnya pada puncak perayaan HUT ke-3 Garuda TV bertajuk Mahayuga di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026), dikutip dari rilis Kementerian Komdigi, Rabu (12/8/2026).

1. Umur tidak membuat Melan hilang semangat berbagi ilmu

Ilustrasi mengajar (Unsplash.com/Tra Nguyen)

Melan Achmad merupakan sosok yang tetap mengabdi meski usianya telah memasuki 79 tahun. IMelan Achmad memulai karier sebagai pendidik di Aceh pada tahun 1970. Lalu ia melanjutkan pengabdiannya di Purworejo, Jawa Tengah hingga masa pensiunnya pada tahun 2018.

Namun, masa pengabdiannya tidak berakhir, Melan Achmad tetap membagikan ilmunya melalui platform digital yang mampu menjangkau masyarakat luas melalui kontennya.

2. Pemanfaatan platform digital sebagai media pembelajaran

ilustrasi sejumlah platform media sosial (unplash.com/Piotr Cichosz)

Dengan bantuan anaknya, Melan Achmad mulai membagikan ilmunya dengan membuat konten pembelajaran matematika di platform TikTok dengan username @binaprestasiswa. Konten yang berisi pembelajaran matematika tersebut dapat diakses secara gratis dan luas oleh masyarakat.

Dengan dedikasi tersebut, Melan Achmad pernah mendapat penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Guru Nasional 2024. Saat itu, Melan menerima penghargaan berupa plakat, laptop, dan uang tunai Rp100 juta.

3. Transformasi digital dinilai mampu memberi ruang untuk terus berkarya

Ilustrasi mengajar online (unsplash.com/Lucas Law)

Angga Raka Prabowo mengungkapkan, perjalanan Melan menunjukkan betapa penting membangun ekosistem digital yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan yang bermanfaat.

“Ini contoh konkret bagaimana transformasi digital bisa memberi ruang kepada siapa pun untuk tetap berkarya dan memberikan manfaat. Kita ingin semakin banyak orang menggunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan memberi nilai bagi masyarakat,” tegasnya.

Editorial Team

Related Article