Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mediasi Buntu, Lurah Cipinang Melayu Cari Akses Jalan Alternatif bagi Lansia
Lurah Cipinang Melayu, Arroyantoro, melakukan mediasi pada pasangan lansia dan pemilik lahan di Cipinang, Jumat (16/10/2026) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Mediasi kelurahan, RT, dan RW soal akses rumah pasangan lansia di Cipinang Melayu belum menghasilkan kesepakatan, setelah jalan tersebut dibeli pemilik lahan baru.
  • Kelurahan meminta keluarga pemilik lahan sementara tidak menutup jalan agar lansia tetap dapat mengakses rumahnya, sembari lahan dirapikan.
  • Lurah Arroyantoro menyiapkan dua opsi jalan alternatif yang memerlukan musyawarah serta izin keluarga pemilik lahan, dengan kecamatan dan kota ikut berkoordinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
kemarin

Arroy meminta keluarga Agung untuk sementara tidak menutup jalan agar pasangan lansia tetap dapat mengakses rumahnya.

Jumat (16/10/2026)

Mediasi antara warga dan pemilik lahan belum mencapai kesepakatan. Kelurahan mengupayakan alternatif akses jalan dan akan melanjutkan musyawarah dengan pemilik lahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jalan ke rumah sepasang kakek nenek di Cipinang Melayu bisa ditutup karena tanahnya milik Pak Agung. Pak Lurah Arroy meminta jalan itu jangan ditutup dulu supaya mereka bisa lewat. Warga dan pemilik tanah belum sepakat. Sekarang kelurahan mencari jalan lain dan akan mengajak keluarga pemilik tanah bicara lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah belum tercapainya kesepakatan, kelurahan tetap menjaga akses sementara bagi pasangan lansia sambil membuka ruang dialog dengan seluruh pemilik lahan. Keterlibatan RT, RW, kecamatan, hingga koordinasi tingkat kota menunjukkan upaya penyelesaian yang mengutamakan musyawarah, penghormatan atas hak pemilik, dan pencarian pilihan akses yang memungkinkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Lurah Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Arroyantoro, mengatakan pihaknya masih mengupayakan jalan alternatif bagi warganya, pasangan lansia yang akses jalan menuju rumahnya terancam ditutup.

Upaya ini dilakukan setelah mediasi antara warga dan pemilik lahan belum menemukan titik temu. Meski demikian, pihak kelurahan telah meminta keluarga Agung sebagai pemilik lahan untuk sementara tidak menutup jalan agar warga tetap bisa mengakses rumahnya.

"Saya kemarin sudah informasikan ke keluarga Bapak Agung untuk tidak menutup jalan, Bu, sementara. Biar Pak De (Kakek ) bisa mengakses lahan tersebut. Intinya pemilik lahan siap membuka akses namun pihak ahli waris meminta pengukuran ulang tanah masing-masing-masing dengan dasar kepemilikan surat tanah," kata pria yang disapa Arroy pada IDN Times di Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (16/10/2026).

1. Mediasi belum ada titik terang

Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Arroy mengatakan akses jalan tersebut saat ini sudah dibeli oleh Agung dari ahli waris pemilik sebelumnya. Lahan itu sedang dirapikan, tetapi ia mengaku belum mengetahui rencana pembangunan selanjutnya.

"Jadi dari Kelurahan, dari RT, dan dari RW, awalnya kan sudah dimediasi ya, namun memang posisinya belum ada titik temu kaitannya dengan akses jalan yang saat ini sudah dibeli oleh Bapak Agung, dari ahli waris," katanya.

2. Minta pemilik lahan tidak tutup jalan

Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Selain meminta agar akses jalan sementara tidak ditutup, Arroy mengatakan pihaknya sedang mengupayakan sejumlah alternatif jalan bagi warga terdampak.

Ia menyebut, salah satu alternatif yang dijajaki memerlukan musyawarah dengan keluarga pemilik lahan. Jika disetujui, jalur tersebut berpotensi menjadi akses alternatif bagi warga.

"Saya sedang mengupayakan untuk cari alternatif jalan, jadi ada dua alternatif lagi. Nah, saya sudah koordinasi ada salah satu pemilik, namun harus ada musyawarah lagi sama keluarga pemilik yang lain. Kalau memang itu disetujui, mungkin bisa menjadi alternatif jalan," ucapnya

3. Perlu izin dari pemilik lahan

Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Ia menambahkan, warga juga perlu meminta izin kepada pihak yang memiliki hak atas lahan yang akan digunakan sebagai akses jalan.

"Intinya minta ini ya, karena jalan akses masih milik ahli waris, mungkin bisa apa ya Pak istilahnya, permisi kali ya Pak ya. Permisi, biar takutnya saya permisi, ini belum permisi takut ahli warisnya kurang paham lah," katanya

4. Kelurahan akan tetap lakukan mediasi

Nenek Wifatmi dan suaminya Sukirjo warga Jakarta Timur terkurung di rumah karena akses jalan di tutup tetangga, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Arroy mengatakan, persoalan tersebut sebelumnya telah dimediasi oleh pihak kelurahan bersama RT dan RW. Namun, mediasi belum menghasilkan kesepakatan mengenai akses jalan yang menjadi persoalan.

Menurut dia, pihak kecamatan juga telah turun ke lapangan. Koordinasi dengan tingkat kota turut dilakukan untuk mencari penyelesaian.

"Ya mudah-mudahan ada jalan keluarnya. Intinya saya memediasi, memusyawarahkan. Terkait proses hukum, saya enggak bisa ngasih keputusan. Kalau untuk mediasi untuk bermusyawarah, ini kan hasilnya secara mufakat ya. Kalau belum mufakat ya mungkin nanti akan dicari jalan lainnya," ujar Arroy.

Curated For You

Editorial Team

Related Article