Jakarta, IDN Times - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ikut digembleng lewat program Komponen Cadangan (Komcad) bukan disiapkan untuk menggantikan peran TNI di bidang pertahanan. Komcad, kata Tito, hanya digerakan sesuai aturan yang ditetapkan di dalam peraturan perundang-undangan.
"Komponen cadangan hanya dilaksanakan sesuai mekanisme mobilisasi yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Di luar mekanisme tersebut, saudara peserta pelatihan tetap menjalankan tugas utama sebagai ASN pada instansi masing-masing," ungkap Tito saat memberikan sambutan di penutupan program Komcad ASN gelombang kedua tahun 2026 di Jakarta Timur, Selasa (29/9/2026).
Dalam gelombang kedua ini, ada 2.241 orang yang dinyatakan lulus program Komcad ASN. Sebanyak 1.480 ASN di antaranya merupakan pria dan 761 lainnya merupakan perempuan. Mereka digembleng ala militer selama 37 hari pada periode 24 Agustus hingga 29 September 2026. Sementara, pengambilan sumpah dan penetapan sebagai anggota Komcad ASN kementerian atau lembaga telah dilakukan sejak 28 September 2026.
Di forum itu, Tito turut menyinggung pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal rahasia suatu negara bisa bertahan hingga 200 tahun lamanya. Negara tersebut memiliki tiga komponen utama yakni militer yang kuat untuk menjaga kedaulatan, posisi intelijen yang kuat untuk menjaga keamanan, ketertiban serta stabilitas. Rahasia ketiga yakni memiliki ASN yang mampu menjalankan roda pemerintahan secara efektif dan efisien.
