Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Universitas Republik Indonesia Era Prabowo, Mahasiswa Dibiayai
Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Donny Ermawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Presiden Prabowo membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) atau BPPK untuk mengintegrasikan pendidikan, pembinaan karakter, dan kepemimpinan guna mencetak calon pemimpin nasional masa depan.
  • URI menaungi Sekolah Unggulan Garuda, perguruan tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara dengan sistem pendidikan berjenjang yang terhubung hingga ke karier di pemerintahan maupun BUMN.
  • Kampus utama URI akan dibangun di Cikasungka, Bogor Utara dengan pendanaan dari APBN; kegiatan pendidikan sudah dimulai sejak 20 Mei melalui program P3MD bagi 399 peserta beasiswa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo bikin Universitas Republik Indonesia supaya anak-anak bisa belajar jadi pemimpin yang baik. Pak Donny jadi Gubernur universitas itu. Sekarang sudah ada 399 orang yang belajar di sana, mereka dilatih supaya pintar dan punya hati baik. Tempatnya nanti di Bogor, tapi sekarang masih pakai gedung di Jakarta. Semua siswa dapat beasiswa dari negara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pembentukan Universitas Republik Indonesia mencerminkan langkah konkret pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang terintegrasi dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Dengan dukungan penuh APBN dan pemberian beasiswa bagi seluruh peserta, inisiatif ini menunjukkan komitmen untuk membuka akses pendidikan berkualitas sekaligus menanamkan nilai karakter, kepemimpinan, dan nasionalisme secara menyeluruh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto membentuk Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia unggul, yang diproyeksikan menjadi pemimpin Indonesia pada masa mendatang. Lembaga baru ini hadir dengan konsep yang mengintegrasikan pendidikan, pembinaan karakter, hingga pengembangan kepemimpinan dalam satu ekosistem.

Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Donny Ermawan, yang baru saja dilantik pada Rabu (22/7/2026), menjelaskan pembentukan URI menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menyatukan berbagai program pengembangan talenta nasional, mulai dari jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi, termasuk pendidikan aparatur negara dan BUMN.

"Jadi seperti tadi telah kita saksikan Bapak Presiden telah melantik saya dan Wakil Gubernur URI, Profesor Yos Sunitiyoso dalam satu paket untuk, tujuannya apa? Jadi mungkin perlu saya sampaikan karena ini lembaga baru, mungkin pada belum dengar. Jadi Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan. Nah, beliau ingin mengkonsolidasikan, mengintegrasikan beberapa pendidikan yang sudah ada saat ini," ujar Donny di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Menurut Donny, URI juga nantinya memiliki nama lain yakni Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan (BPPK). Melalui lembaga tersebut, pemerintah akan mengelola sejumlah institusi pendidikan strategis untuk membentuk calon pemimpin nasional dengan kemampuan akademik, manajerial, dan karakter kebangsaan yang kuat.

"Jadi kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia. Kemudian yang berikutnya yang ketiga adalah mengintegrasikan juga adalah Lembaga Administrasi Negara. Ini semua terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan, baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," ucap dia.

1. URI yang memiliki nama lain BPPK membawahi 3 institusi

Pelantikan Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Donny menerangkan, di bawah BPPK akan terdapat tiga institusi utama, yakni Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, serta Lembaga Administrasi Negara (LAN). Peran LAN juga diperluas, tidak hanya membina aparatur sipil negara, tetapi ikut menyiapkan sumber daya manusia di lingkungan BUMN.

"Jadi nanti di bawah Gubernur URI atau juga dinamakan Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan, ini nanti akan ada tiga institusi: yang pertama adalah Badan Pengelola Sekolah Unggulan, yang kedua adalah Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah Lembaga Administrasi Negara. Nah, Lembaga Administrasi Negara ini yang ada, sudah ada saat ini akan diintegrasikan tapi akan ditambahkan tugas dan fungsinya. Akan diperkuat. Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," kata dia.

Donny mengungkapkan, konsep URI sebenarnya mulai dijalankan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Program tersebut saat ini membina ratusan pegawai baru BUMN sebagai angkatan pertama yang mengikuti pendidikan kepemimpinan dan pembentukan karakter.

"Dan saat ini yang sedang kami lakukan, ini kami juga sudah melaksanakan program ini. Kalau rekan-rekan media mendengar dua bulan yang lalu itu saya juga sudah membuka namanya P3MD, Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan. Jadi kami melatih, membina, saat ini adalah 399 orang pegawai baru dari BUMN sedang kami latih, sedang kami bina untuk menjadi seorang karyawan yang punya hati yang mulia dan punya pikiran otak yang cerdas untuk memajukan bangsa kita ini," ujar Donny.

2. Lulusan Sekolah Garuda diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke URI

Seorang siswi Sekolah Rakyat Rowosari Semarang berjalan kaki di trotoar kompleks gedung asrama putri. (IDN Times/Fariz Fardianto)

URI dirancang memiliki alur pendidikan yang saling terhubung. Lulusan Sekolah Unggulan Garuda diproyeksikan melanjutkan pendidikan ke URI, kemudian memiliki kesempatan berkarier di pemerintahan maupun BUMN. Donny menyebut, konsep tersebut terinspirasi dari lembaga pendidikan kepemimpinan di sejumlah negara.

"Jadi itu akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi, dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN. Dan inilah yang digagas oleh beliau seperti halnya negara-negara tetangga kita juga mempunyai lembaga yang seperti kita ciptakan ini, yaitu seperti halnya kalau di Prancis kita kenal ENA ataupun sekarang namanya INSP, itu adalah beberapa pejabat tinggi dari Prancis juga lulusan dari sekolah tersebut," kata dia.

"Nah, ini diharapkan juga seperti itu, kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan. Jadi kira-kira itu yang perlu saya sampaikan apa lembaga ini, apa yang dimaksud dengan URI ini dan BPPK ini," sambungnya.

Meski memiliki kewenangan mengelola Sekolah Unggulan Garuda dan perguruan tinggi di bawah BPPK, Donny menegaskan, URI tetap akan bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi maupun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sinergi dilakukan agar pembagian tugas tetap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

"Ya, kita laksanakan sinergi dengan Kemendikbud ya. Jadi saat ini, saat ini yang melaksanakan, yang mengelola sekolah unggulan dan yang melaksanakan perguruan tinggi itu adalah di Kementerian Dikti. Nah nanti akan kita kelola supaya Kementerian Dikti juga bisa melaksanakan tugas fungsinya sesuai dengan ketentuan ya. Jadi ini akan kita kelola tapi tetap kita akan bersinergi juga dengan Kementerian Dikti, Kementerian Dikdasmen juga terkait dengan SMA," ucap dia.

3. Gedung URI akan dibangun di Cikasungka, Bogor Utara bekas perkebunan sawit PTPN, sementara di gedung BUMN

Penampakan gedung asrama Sekolah Rakyat Rowosari Semarang yang sudah beroperasi. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Dalam kesempatan itu, Donny menyampaikan, gedung URI direncanakan berdiri di kawasan Bogor Utara, tepatnya di Cikasungka. Lahan yang sebelumnya merupakan perkebunan sawit milik PTPN akan dialihfungsikan sebagai kawasan pendidikan. Selama proses pembangunan berlangsung, kantor sementara URI menempati gedung BUMN di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta.

"Nah ini nanti gedungnya kita akan bangun ada tempat di daerah Bogor Utara itu ada wilayah namanya daerah Cikasungka. Nah itu saat ini adalah PTPN, ada perkebunan sawit di sana namun sudah tidak produktif dan itu akan kita alihfungsikan ya untuk salah satunya adalah untuk URI ini," kata dia.

Lebih lanjut, Donny menjelaskan, URI memiliki perbedaan dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). Jika Lemhannas berfokus pada ketahanan nasional, URI diarahkan membangun kemampuan manajerial, integritas, nasionalisme, serta kepemimpinan generasi penerus bangsa.

"Ya kalau Lemhannas ini akan melaksanakan tugas sendiri terkait dengan ketahanan nasional. Kalau kita ini lebih banyak kepada pendidikan managerial skill dilengkapi dengan wawasan kebangsaan, cinta kepada tanah air ya, patriotisme, punya karakter integritas yang tinggi, kejujuran dan lain sebagainya. Jadi nilai-nilai itu yang akan kita tanamkan kepada para peserta didik di URI ini," ujar dia.

4. URI sudah beroperasi sejak 20 Mei dan memiliki 399 peserta

Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Donny Ermawan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Pengajar di URI nantinya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi dalam negeri hingga tenaga pengajar dari luar negeri. Model pembelajaran juga dibangun melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi unggulan.

"Yang mengajar banyak nanti, bisa dari luar negeri, bisa juga banyak pengajar-pengajar dari dalam negeri juga ada, dosen-dosen dari universitas juga bisa mengajar," ucap dia.

Menurut Donny, aktivitas pendidikan URI sudah dimulai sejak 20 Mei melalui batch pertama P3MD. Saat ini sebanyak 399 peserta tengah menjalani pendidikan, termasuk kegiatan pembinaan karakter seperti long march untuk meneladani semangat perjuangan Panglima Sudirman.

"Sudah, saat ini batch 1 URI sudah jalan, yang P3MD saya sampaikan tadi itu. Pada 20 Mei sudah kita buka waktu itu bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, kita buka batch pertama URI yang sekarang 399 orang saat ini sedang jalan. Bahkan kemarin sebetulnya saya juga sedang melaksanakan bergabung dengan mereka melaksanakan long march rute Panglima Sudirman di Wonosari, sehingga saya baru tadi pagi juga baru kembali dari Wonosari untuk melaksanakan pelantikan ini. Jadi mereka sudah melaksanakan kegiatan ini kita memberikan menanamkan salah satunya adalah nilai-nilai perjuangan Panglima Sudirman, pantang menyerah, dalam kondisi sakit pun juga tetap melaksanakan perjuangan. Nah nilai-nilai inilah yang kita tanamkan kepada para peserta didik ini," kata dia.

5. Anggaran URI dari APBN, semua peserta dibiayai beasiswa

Wamenhan RI Donny Ermawan bicara pengiriman paskan TNI ke Gaza setelah RI resmi gabung BoP. (IDN Times/Amir Faisol)

Soal pembiayaan, Donny mengatakan, skema anggaran masih disusun. Pendanaan URI dipastikan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sementara anggaran Sekolah Unggulan Garuda telah tersedia melalui kementerian terkait.

"Belum ada, sedang kita susun, kita sedang rinci. Kalau yang di sekolah unggulan kan sudah ada di Kementerian Dikti ya, itu sudah teranggarkan yang sudah membangun empat sekolah unggulan itu sudah ada, tapi kita sedang menyiapkan untuk akhir tahun ini dan juga untuk tahun depannya," ujar dia.

"Oh ya, jelas dari APBN," ucap dia.

Donny menyebut, mahasiswa nantinya memperoleh gelar akademik seperti perguruan tinggi pada umumnya. URI juga akan bekerja sama dengan kampus unggulan lain.

"Pakai gelar nanti, kan universitas ya, tetap gelar. Kita kerja sama juga dengan beberapa universitas unggulan di luar negeri ya. Ya (lulusannya nanti) ada dokter nanti, ada sarjana, insinyur, segala macam banyak," ucap dia.

Wakil Menteri Pertahanan itu kemudian menyampaikan, peserta yang masuk dalam URI ini semuanya dibiayai oleh beasiswa. "Beasiswa, beasiswa semuanya ya," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article