Jakarta, IDN Times - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Moch Irfan Yusuf melaporkan, sebanyak 70 persen atau sekitar 170.700 jemaah haji 2026 berisiko tinggi.
Irfan melaporkan, jemaah lanjut usia pada musim haji 2026 sebanyak 44.247. Kemudian jemaah berkebutuhan khusus terdapat 370 jemaah, dan pengguna kursi roda 275 jemaah.
"Profil jemaah haji kita tahun 2026 Masehi, jemaah lanjut usia sebanyak 44.247. Yang berisiko tinggi ada 170.700. Ini sekitar 70 persen lebih. Kemudian yang berkebutuhan khusus ada 370 jemaah, pengguna kursi roda ada 275 jemaah," kata Irfan dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan, ada 197.231 jemaah haji yang harus menjalani rawat jalan. Adapun, 940 jemaah haji harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 1.988 jemaah harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, dan 56 jemaah masih dirawat.
"Ini kalau dirata-rata itu hampir setiap jemaah, hampir setiap jemaah menjalani rawat jalan," kata dia.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengungkapkan, visi utama penyelenggaraan haji 2026 adalah haji yang berkeadilan, berempati, dan berpihak kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia.
Selain itu, pemerintah juga mengusung tema Haji Ramah Perempuan sebagai afirmasi nyata dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Berdasarkan data, jemaah haji Indonesia tahun 2026 menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen jemaah adalah perempuan, sementara sekitar 25 persen jemaah masuk kategori lansia, dan sebagian besar dari kelompok lansia tersebut juga merupakan perempuan. Karena itu, fakta ini menuntut kehadiran layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.
