Enam Tahun Mati Suri, Pramono Buka Perpustakaan Nyi Ageng Serang

- Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang kembali dibuka setelah enam tahun tidak beroperasi, kini hadir dengan fasilitas baru dan jam layanan hingga pukul 22.00 WIB.
- Gubernur Pramono berharap perpustakaan ini menjadi ruang publik yang mendukung kegiatan belajar, riset, serta pengembangan wawasan bagi pelajar dan masyarakat.
- Pemprov DKI membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar perpustakaan ini menjadi ruang komunal inklusif untuk memperkuat budaya literasi dan kreativitas di Jakarta.
Jakarta, IDN Times - Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang di lantai 7 dan 8 Gedung Nyi Ageng Serang, Kuningan, Jakarta Selatan, kembali dibuka setelah sempat mati suri selama sekitar enam tahun sejak 2020.
"Alhamdulillah, hari ini perpustakaan yang memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi ini telah kami sempurnakan, perbaiki, dan permudah layanannya. Nantinya, perpustakaan ini akan beroperasi hingga pukul 22.00 WIB, sama seperti Perpustakaan Jakarta di Taman Ismail Marzuki," ujar Gubernur Pramono saat meresmikan Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, dikutip siaran tertulis, Selasa (7/7/2026).
1. Perpustakaan Nyi Ageng akan menjadi referensi baru

Ia berharap perpustakaan tersebut menjadi ruang publik yang mendukung kegiatan belajar, penelusuran informasi, penelitian, serta pengembangan wawasan masyarakat.
"Saya yakin perpustakaan ini akan menjadi referensi baru bagi anak-anak kita untuk mencari informasi, membaca, bertemu, dan berdiskusi. Mudah-mudahan fasilitas yang tersedia dapat mendukung kebutuhan pelajar hingga mahasiswa. Nanti saya juga akan meminta agar koleksi bukunya terus ditambah dan dilengkapi," katanya.
2. Perkuat infrastruktur Jakarta

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembukaan kembali perpustakaan tersebut. Menurutnya, peresmian Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang menjadi langkah penting untuk memperkuat infrastruktur pengetahuan di Jakarta.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi semua pihak sehingga Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang dapat kembali dibuka. Semoga perpustakaan ini menjadi ruang baru untuk mengembangkan kecakapan literasi masyarakat yang kita bangun bersama," kata Nasruddin.
3. Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kolaborasi

Dengan dibukanya kembali Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kolaborasi bersama mitra strategis, mulai dari penerbit, komunitas, penulis, pegiat literasi, peneliti, hingga institusi pendidikan.
Perpustakaan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang komunal yang inklusif untuk memperkuat budaya literasi, melestarikan karya, dan mendorong kolaborasi kreatif demi kemajuan Jakarta.


















