Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menhan Sudan Sambangi Kemhan, Tertarik Senjata Ringan Buatan Pindad
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) ketika menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sudan, Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)
  • Menhan Sudan Hassan Daoud Kabroun Kayan bertemu Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Jakarta untuk membahas peluang kerja sama pertahanan, termasuk pendidikan personel Sudan di Universitas Pertahanan.
  • Sudan menawarkan kerja sama ketahanan pangan melalui potensi lahan pertanian dan peternakan, sementara Kayan menunjukkan ketertarikan pada senjata ringan produksi PT Pindad.
  • Kerja sama pertahanan bilateral masih disusun dan ketentuan teknis akan dibahas dalam working group; Indonesia juga telah mengirim bantuan kemanusiaan bagi warga Sudan terdampak perang saudara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Sudan dilanda perang saudara akibat perebutan kekuasaan politik dan kendali sumber daya antara SAF dan RSF.

April 2023

Perang saudara menyebabkan sekitar 14 juta warga Sudan mengungsi. Indonesia menunjukkan kepedulian dengan mengirim bantuan kemanusiaan, termasuk obat-obatan, peralatan kesehatan, tenda darurat, dan pangan.

9 September 2026

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi pertama Menhan Sudan Hassan Daoud Kabroun Kayan di Kemhan, Jakarta. Kedua pihak membahas peluang kerja sama pertahanan dan ketahanan pangan.

siang ini

Kemhan menyatakan Sudan ingin membuka kembali kesempatan pendidikan bagi personel militernya di Indonesia, termasuk di Universitas Pertahanan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Indonesia dan Sudan membahas peluang kerja sama pertahanan, pendidikan militer, ketahanan pangan, serta minat Sudan terhadap senjata ringan produksi PT Pindad.
  • Who?
    Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima Menteri Pertahanan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan, dengan keterangan disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan di Jakarta Pusat.
  • When?
    Kunjungan resmi Menteri Pertahanan Sudan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026, dan merupakan kunjungan pertamanya ke Jakarta.
  • Why?
    Sudan ingin menjajaki manfaat kerja sama pertahanan, membuka pendidikan bagi personel militernya di Indonesia, serta menawarkan potensi pertanian dan peternakan untuk ketahanan pangan.
  • How?
    PT Pindad memaparkan karakteristik senjata ringan kepada delegasi Sudan. Kerja sama pertahanan bilateral masih disusun dan ketentuan teknisnya akan dibahas melalui working group.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Pertahanan Sudan datang ke Jakarta bertemu Menteri Pertahanan Indonesia. Mereka bicara kerja sama pertahanan, sekolah untuk tentara Sudan, dan pangan. Menteri Sudan juga melihat senjata ringan buatan Pindad dan tampak tertarik. Tapi kerja sama masih disusun. Indonesia juga sudah mengirim obat, tenda, dan makanan untuk warga Sudan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kunjungan ini membuka ruang dialog yang terukur antara Indonesia dan Sudan, mencakup pendidikan militer, ketahanan pangan, serta kerja sama pertahanan dalam kerangka yang masih disusun. Ketertarikan terhadap produk Pindad turut mencerminkan perhatian pada kemampuan industri nasional, sementara bantuan kemanusiaan Indonesia menegaskan kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan warga Sudan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada Rabu (9/9/2026) menerima kunjungan dari Menhan Sudan Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan di kantor Kemhan, Jakarta Pusat. Kedatangan Kayan disambut dengan lantunan lagu kebangsaan Sudan yaitu Nahnu Jund Allah Jund Al Watan. Ini merupakan kali pertama Menhan Kayan melakukan kunjungan resmi ke Jakarta.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kedua Menhan berbicara mengenai peluang kerjasama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara, khususnya di bidang pertahanan. Sudan, kata Rico, menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personel militernya agar bisa mengikuti pendidikan di Indonesia.

"Salah satu kampus yang bisa menerima personel Sudan yakni Universitas Pertahanan," ungkap Rico pada siang ini.

Jenderal bintang satu itu menyebut Sudan juga menawarkan peluang kerjasama di bidang ketahanan pangan. Sudan, kata Rico, menyampaikan sejumlah potensi yang mereka miliki.

"Sudan mengatakan mereka memiliki lahan pertanian yang luas dan subur serta sektor peternakan yang jauh lebih besar. Potensi tersebut ditawarkan untuk dapat dijajaki bersama. Apalagi Indonesia sedang mengerjakan program ketahanan pangan," tutur dia.

1. Menhan Sudan berminat terhadap senjata ringan buatan Pindad

Menhan Sudan Letjen Hassan Daoud Kabroun Kayan (kiri) dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ketika berbicara kepada media. (IDN Times/Santi Dewi)

Lebih lanjut, Rico mengatakan Menhan Kayan terlihat berminat saat ditunjukan senjata ringan buatan PT Pindad. Meskipun belum ada pernyataan ingin memesan langsung.

"Tadi sewaktu hadir, Menhan Sudan juga melihat secara langsung beberapa senjata ringan yang disampaikan oleh PT Pindad. PT Pindad menyampaikan beberapa karakteristik senjata yang diproduksi langsung oleh Indonesia," kata Rico.

"Mereka terlihat cukup tertarik (memesan)," imbuhnya.

Meski begitu, Indonesia dan Sudan perlu menandatangani terlebih dahulu kerjasama pertahanan (Defence Cooperation Arrangement). Dokumen formal kerjasama pertahanan bilateral, kata Rico, masih disusun.

"Aspek kelembagaan dan kerangka kerjasamanya akan dibicarakan lebih lanjut," tutur dia.

2. Indonesia ikut terlibat pengiriman bantuan kemanusiaan bagi Sudan

Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait ketika berada di Sulawesi Utara. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

Rico juga menyebut Indonesia ikut menunjukkan kepedulian terhadap Sudan yang masih didera perang saudara sejak 2023. Indonesia telah mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi warga Sudan dimulai dari obat-obatan, peralatan kesehatan, tenda darurat dan hingga bahan pangan.

"Kami berharap perdamaian, keamanan dan stabilitas juga segera terwujud di Sudan. Keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Sudan akan senantiasa menjadi perhatian utama," kata Rico.

Perang saudara di Sudan dipicu perebutan kekuasaan politik dan kendali sumber daya antara dua faksi militer utama yakni Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Akibat perang saudara yang berlangsung sejak April 2023, sekitar 14 juta warga Sudan terpaksa mengungsi.

3. Ketentuan kerjasama pertahanan dengan Sudan akan dibahas di working group

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (kiri) ketika menerima kunjungan Menteri Pertahanan Sudan, Letnan Jenderal Hassan Daoud Kabroun Kayan di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. (IDN Times/Santi Dewi)

Ketika ditanyakan apakah Indonesia akan meminta Sudan agar senjata buatan Indonesia tidak digunakan dalam konflik perang saudara, Rico menyebut hal teknis tersebut akan dibahas di proses working group dengan lembaga lain khususnya terkait industri pertahanan.

"Sekarang, Sudan sudah menjadi negara yang berdaulat dan diakui oleh negara-negara lainnya. Tentu, ada batasan-batasan atau lingkup kerjasama yang diberikan, khususnya terkait dengan senjata yang diproduksi dari Indonesia," ungkap Rico.

Ia pun menyebut Indonesia menjunjung tinggi prinsip politik luar negeri bebas aktif. Di bidang pertahanan pun, kata Rico, Indonesia menganut prinsip defensif aktif.

"Indonesia tidak akan terlibat di dalam konflik-konflik internal suatu negara atau blok-blok tertentu sehingga terkait diplomasi pertahanan, pemerintah sangat menjaga semua keputusan kebijakan pertahanan dalam melihat konteks secara regional maupun lingkungan global," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article