Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Puji AfD Usai Menang Telak di Pemilu Jerman

Trump Puji AfD Usai Menang Telak di Pemilu Jerman
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menari di acara kampanye pemilihan Presiden AS pada 23 Agustus 2024 di Glendale, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
  • Donald Trump memuji hasil AfD di Saxony-Anhalt melalui Truth Social dan mengaitkannya dengan penolakan terhadap kebijakan imigrasi Jerman.
  • AfD meraih 43,8 persen suara, menjadi perolehan terbesar partai itu dalam pemilu negara bagian sepanjang sejarahnya.
  • Partai-partai arus utama Jerman tetap menolak membentuk pemerintahan bersama AfD meski dukungan elektoralnya meningkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah dukungan AfD bisa berubah menjadi kekuasaan politik?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) setelah partai tersebut mencatat hasil terbaik dalam sejarahnya pada pemilu negara bagian Jerman. Trump menilai kenaikan dukungan terhadap AfD berkaitan erat dengan penolakan masyarakat terhadap kebijakan imigrasi Jerman.

Trump menyampaikan pujian tersebut melalui platform Truth Social pada Selasa, 8 September 2026. Dia menyebut hasil pemilu negara bagian Saxony-Anhalt sebagai pertanda bahwa partai populis tersebut semakin mendapat dukungan.

“Wow! Partai Populis di Jerman baru saja melewati malam yang sangat besar,” tulis Trump, dilansir dari Anadolu, Rabu (9/9/2026).

“Mereka akhirnya muak dengan aturan dan regulasi imigrasi yang benar-benar buruk dan telah sangat merugikan Jerman. MEREKA SEDANG BANGKIT dan tidak akan menerimanya lagi! MGGA!!!” lanjutnya, menggunakan singkatan dari slogan “Make Germany Great Again”.

AfD meraih 43,8 persen suara dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada Minggu. Hasil tersebut menjadi perolehan suara terbesar AfD dalam pemilu negara bagian sepanjang sejarah partai tersebut.

  1. 1. AfD menang telak di Saxony-Anhalt

    Trump Puji AfD Usai Menang Telak di Pemilu Jerman
    potret logo Partai AfD Jerman (commons.wikimedia.org/Ziko)

    Kemenangan AfD menjadi sorotan karena partai tersebut mengungguli semua pesaingnya dengan selisih yang cukup besar. Di saat yang sama, partai Uni Demokrat Kristen (CDU) yang dipimpin Kanselir Friedrich Merz hanya memperoleh 17,2 persen suara.

    Hasil tersebut menjadi pukulan bagi CDU sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan Merz di tingkat nasional. Saxony-Anhalt merupakan negara bagian di Jerman timur yang selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu basis dukungan penting bagi AfD.

    Perolehan 43,8 persen juga menandai pencapaian elektoral terbesar AfD dalam pemilu negara bagian. Dukungan tersebut menunjukkan kemampuan partai sayap kanan itu memperluas pengaruhnya di luar pemilu nasional dan mendapatkan posisi dominan di tingkat negara bagian.

    Trump melihat isu imigrasi sebagai salah satu faktor utama di balik meningkatnya dukungan terhadap AfD. Dalam komentarnya, dia secara langsung mengaitkan kemenangan partai tersebut dengan ketidakpuasan terhadap aturan imigrasi Jerman.

    Pernyataan Trump sekaligus menunjukkan kesamaan isu yang menjadi perhatian politik sayap kanan di Amerika Serikat dan Eropa. Imigrasi, perbatasan, serta kebijakan terhadap pendatang menjadi tema utama yang kerap digunakan partai-partai populis dan sayap kanan untuk menarik dukungan pemilih.

  2. 2. Trump sebut AfD sedang bangkit

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

    Trump menggunakan istilah populis ketika menggambarkan AfD dan menyambut hasil pemilu tersebut sebagai tanda kebangkitan partai. Dia juga menggunakan slogan “Make Germany Great Again” untuk menggambarkan dukungannya terhadap perkembangan politik tersebut.

    Pujian Trump datang ketika AfD tengah memperkuat posisinya dalam politik Jerman. Hasil di Saxony-Anhalt memberi partai tersebut momentum baru sekaligus menjadi tantangan bagi partai-partai arus utama yang selama ini berupaya membatasi pengaruhnya.

    Namun, kemenangan besar dalam pemilu negara bagian tidak secara otomatis berarti AfD akan memimpin pemerintahan. Partai-partai arus utama Jerman masih mempertahankan sikap menolak membentuk pemerintahan bersama AfD.

    Sikap tersebut berkaitan erat dengan penilaian badan intelijen domestik Jerman terhadap cabang regional AfD. Lembaga tersebut telah mengklasifikasikan organisasi AfD di wilayah terkait sebagai organisasi sayap kanan ekstrem yang terbukti.

  3. 3. AfD tetap ditolak partai arus utama Jerman

    Trump Puji AfD Usai Menang Telak di Pemilu Jerman
    potret logo Partai AfD Jerman (commons.wikimedia.org/ThecentreCZ)

    Badan intelijen domestik Jerman menilai sebagian unsur dalam AfD mempromosikan pemahaman rasis dan etnis mengenai identitas nasional. Menurut penilaian tersebut, pandangan semacam itu tidak sejalan dengan tatanan konstitusional demokratis Jerman.

    Klasifikasi tersebut menjadi salah satu alasan partai-partai arus utama tetap menolak bekerja sama dengan AfD, meskipun partai tersebut terus meningkatkan perolehan suara dalam pemilu.

    Dengan hasil 43,8 persen di Saxony-Anhalt, AfD kini menghadapi tantangan baru untuk mengubah popularitas elektoralnya menjadi kekuasaan politik. Besarnya dukungan pemilih memberi partai tersebut posisi tawar yang lebih kuat, tetapi penolakan dari partai lain tetap menjadi hambatan utama.

    Sementara itu, pujian Trump menambah dimensi internasional terhadap kemenangan AfD. Dukungan terbuka dari presiden AS tersebut menunjukkan perkembangan politik sayap kanan di Jerman juga menjadi perhatian di Washington.

    Bagi pemerintahan Merz, hasil tersebut menjadi peringatan bahwa isu imigrasi dan ketidakpuasan terhadap pemerintah dapat terus mendorong pemilih ke arah AfD. Namun, bagaimana partai-partai arus utama merespons lonjakan dukungan tersebut akan menentukan apakah kemenangan AfD di tingkat negara bagian dapat berkembang menjadi perubahan yang lebih besar dalam politik Jerman.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More