Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

China Sediakan Layanan Psikologis bagi Tim SAR di Tibet

China Sediakan Layanan Psikologis bagi Tim SAR di Tibet
Bendera China (unsplash.com/runningchild)
  • China mengerahkan 726 personel PLA dan Kepolisian Bersenjata untuk pencarian korban serta pembersihan longsor besar di Pelabuhan Gyirong, Tibet, sambil menyediakan dukungan psikologis bagi petugas.
  • Konselor militer mendampingi tim SAR di medan terjal dan hujan deras, memakai teknik grounding melalui pengenalan benda, suara, aroma, serta gerakan ringan untuk meredakan stres.
  • Lebih dari 210 profesional kesehatan mental dikerahkan bertahap hingga zona terisolasi; tim medis juga mengawasi sanitasi dan menyemprotkan disinfektan di pengungsian untuk mencegah wabah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah China menerjunkan tim medis untuk memberikan dukungan psikologis bagi personel Search and Rescue (SAR) di kawasan Pelabuhan Gyirong, Prefektur Shigatse, Tibet. Langkah ini diambil setelah bencana tanah longsor berskala besar menerjang wilayah perbatasan Daerah Otonomi Tibet pada Sabtu (5/9/2026).

Selain berfokus pada evakuasi dan pembersihan material longsor, otoritas setempat juga memprioritaskan kesehatan mental para petugas tanggap darurat. Pendampingan psikologis ini dinilai krusial untuk menjaga kesiapsiagaan dan moril prajurit saat bertugas di medan berisiko tinggi.

  1. 1. China kerahkan ratusan personel dan dampingi mental prajurit

    Banjir Nepal-Tibet 2026
    Banjir Nepal-Tibet 2026 (commons.wikimedia.org/Pomoscj3)

    Komando Militer Xizang dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) bersama Kepolisian Bersenjata Rakyat China mengerahkan 726 personel ke lokasi bencana. Pasukan gabungan ini bertugas mempercepat pencarian korban sekaligus membersihkan material longsor yang melumpuhkan pos perbatasan.

    Di tengah medan yang terjal dan guyuran hujan deras, konselor psikologi militer, He Lei, memberikan pendampingan secara langsung. Kehadiran tim psikolog ini bertujuan menjaga moril, serta ketahanan fisik dan mental para petugas di lapangan.

    "Prajurit kami sangat tangguh dan fokus menjalankan misi, karena mereka memiliki empati yang mendalam terhadap para korban bencana," ungkap He Lei.

  2. 2. Penerapan metode grounding untuk redakan stres

    ilustrasi teknik grounding
    ilustrasi teknik grounding (pexels.com/Екатерина Матвеева)

    Pemandangan reruntuhan akibat longsor dan ancaman cuaca buruk berpotensi memicu kecemasan akut pada tim penyelamat. Untuk meredam tekanan tersebut, tim kesehatan mental menerapkan teknik relaksasi berbasis stimulasi indra atau grounding.

    "Kami menggunakan metode 'lihat, dengar, cium, dan bergerak'. Kami membimbing para prajurit untuk mengenali benda, suara, dan aroma di sekitar, lalu mengajak mereka melakukan gerakan fisik ringan," jelas He Lei, dilansir China Daily.

    Metode pengalihan perhatian yang cepat ini terbukti efektif menenangkan sistem saraf yang tegang akibat syok atau kelelahan mendadak. Dengan kondisi psikologis yang lebih stabil, para personel dapat melanjutkan proses evakuasi dengan aman.

  3. 3. Para konselor jangkau zona isolasi

    Banjir lumpur.
    ilustrasi banjir lumpur (pexels.com/Павел Хлыстунов)

    Para konselor langsung terjun ke titik pusat bencana untuk memastikan pendampingan psikologis menjangkau regu evakuasi di wilayah yang terisolasi. Upaya ini diperkuat oleh dinas kesehatan setempat yang menerjunkan lebih dari 210 tenaga profesional kesehatan mental secara bertahap.

    Selain perlindungan mental, tim medis yang dipimpin oleh Li Guokai juga mengawasi sanitasi lingkungan secara ketat. Penyemprotan disinfektan dilakukan secara berkala di area pengungsian demi mencegah risiko wabah penyakit pascabencana.

    "Sebagai anggota militer, kami pantang mundur menghadapi situasi sulit. Kami ingin berada di garis depan untuk membantu para prajurit mengelola stres mereka," ujar He Lei.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More