Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia
Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada Senin (11/5/2026). (Dok. Kemenhut)
  • Indonesia memiliki 23 persen mangrove dunia dan menegaskan perannya dalam mitigasi perubahan iklim serta perlindungan keanekaragaman hayati di forum PBB.
  • Pemerintah mengajak komunitas internasional memperkuat kemitraan global melalui World Mangrove Center untuk riset, inovasi, dan aksi nyata restorasi mangrove berkelanjutan.
  • World Mangrove Center dibangun sebagai pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, penelitian, dan pendanaan internasional guna mempercepat restorasi ekosistem pesisir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
awal pekan

Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests digelar di Markas Besar PBB, New York. Dalam forum ini, Indonesia menegaskan perannya dalam mitigasi perubahan iklim melalui kepemilikan 23 persen mangrove dunia.

17 Mei 2026

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan keterangan tertulis bahwa Indonesia mengajak masyarakat internasional memperkuat kemitraan global lewat inisiatif World Mangrove Center dan menegaskan komitmen terhadap pengelolaan mangrove berkelanjutan.

kini

World Mangrove Center tengah dikembangkan sebagai pusat unggulan riset, pertukaran pengetahuan, dan pendanaan internasional untuk mempercepat restorasi mangrove global.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Indonesia menegaskan kepemilikan sekitar 23 persen mangrove dunia dan mengajak kerja sama global melalui inisiatif World Mangrove Center untuk memperkuat riset, inovasi, serta perlindungan ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
  • Who?
    Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama jajaran Kementerian Kehutanan, termasuk Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Dyah Murtiningsih, mewakili Indonesia dalam forum kehutanan internasional tersebut.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, dalam rangkaian sidang ke-21 United Nations Forum on Forests.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada awal pekan dan dikonfirmasi melalui keterangan tertulis Kementerian Kehutanan pada Minggu, 17 Mei 2026.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan untuk memperkuat peran Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim, meningkatkan ketahanan pesisir, serta menjaga konservasi keanekaragaman hayati melalui pengelolaan mangrove berkelanjutan.
  • How?
    Indonesia memimpin pembentukan World Mangrove Center sebagai pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset kolaboratif, dan pendanaan internasional guna mempercepat restorasi mangrove global.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Indonesia punya banyak hutan mangrove, paling banyak di dunia, katanya ada 23 persen dari semua mangrove di bumi. Pak Menteri Raja Juli Antoni bilang itu penting buat bantu jaga bumi dari panas dan lindungi pantai. Indonesia mau ajak negara lain kerja sama lewat tempat namanya World Mangrove Center supaya bisa riset dan rawat mangrove bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kepemilikan 23 persen mangrove dunia menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam aksi iklim global, dan langkah pemerintah memperkuat World Mangrove Center menunjukkan komitmen nyata terhadap kolaborasi internasional. Melalui riset, inovasi, dan pendanaan bersama, inisiatif ini membuka peluang besar bagi percepatan restorasi ekosistem pesisir serta penguatan ketahanan lingkungan secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, menegaskan peran strategis Indonesia dalam mitigasi perubahan iklim lewat kepemilikan 23 persen mangrove dari total luas secara global.

Hal itu ia sampaikan dalam rangkaian sidang ke-21 United Nations Twenty-first United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, awal pekan.

“Dengan kepemilikan sekitar 23 persen dari total luas mangrove global yang terbesar di dunia, Indonesia menempatkan mangrove sebagai aset penting bagi aksi iklim, ketahanan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayat,” ujar dia dalam keterangan tertulis Kemenhut, Minggu (17/5/2026).

1. Indonesia ajak internasional memperkuat World Mangrove Center

Forum bisnis Indonesia-International Emissions Trading Association (IETA) dan Indonesia America Chamber of Commerce (IACC) di New York, Amerika Serikat di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, Senin (11/5/2026). (Dok. Kemenhut)

Dalam kesempatan itu, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global melalui inisiatif World Mangrove Center.

Lewat inisiatif tersebut, dunia dapat memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan.

“Melalui inisiatif World Mangrove Center, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global, memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan,” ujar Menhut.

2. 80 persen ekosistem mangrove di wilayah kewenangan Kemenhut

Menteri Kehutanan (Menhut) Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, menghadiri Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat pada Senin (11/5/2026). (Dok. Kemenhut)

Menhut menjelaskan, sekitar 80 persen dari ekosistem mangrove di Indonesia berada di bawah wilayah kewenangan Kementerian Kehutanan.

Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk memimpin upaya global dalam memanfaatkan potensi mangrove guna mendukung aksi iklim, meningkatkan ketahanan pesisir, serta menjaga konservasi keanekaragaman hayati.

"Indonesia menyambut baik kolaborasi melalui World Mangrove Center untuk memajukan manajemen mangrove berkelanjutan di tingkat global. Dengan penguasaan hampir seperempat mangrove dunia, kami ingin memastikan ekosistem ini menjadi pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir," kata Menhut.

3. World Mangrove Center dibangun untuk riset hingga pendanaan internasional

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melakukan soft launching pembangunan pembatas (barrier) di Taman Nasional Way Kambas. (Dok. Kemenhut)

Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, mengatakan, World Mangrove Center dibangun oleh Indonesia bertujuan untuk membangun pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset, dan pendanaan internasional.

Dalam agenda World Mangrove Center, inisiatif pusat penelitian dan restorasi mangrove dikembangkan di berbagai field observatory station di seluruh Indonesia.

"Langkah ini diharapkan dapat mempercepat restorasi mangrove global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir dunia," ujar dia.

Editorial Team