Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hashim: Program MBG Tak Akan Dihentikan, Itu Janji Prabowo Sejak 2009

Hashim: Program MBG Tak Akan Dihentikan, Itu Janji Prabowo Sejak 2009
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo. (Tangkapan layar YouTube Abpednas TV)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Hashim menegaskan program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan sesuai janji Prabowo sejak 2009, meski diwarnai kasus penyelewengan dan korupsi dalam pelaksanaannya.
  • Program Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat digagas untuk memutus rantai tengkulak serta menyediakan pendidikan gratis bagi anak dari keluarga miskin di seluruh Indonesia.
  • Sekitar 30 ribu calon manajer Kopdes Merah Putih akan mulai ditempatkan Agustus 2026 setelah menyelesaikan pelatihan bela negara dan manajerial di berbagai daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden bidang iklim dan energi, Hashim Djojohadikusumo memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan meski diliputi banyak kontroversi. Pemberian makan gratis, kata Hashim, sudah menjadi janji kampanye Prabowo sejak 2009 lalu. Lagipula, kata Hashim, niat awal pemberian makan gratis mulia karena ingin menghilangkan stunting.

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu ide Pak Prabowo sejak tahun 2006, 20 tahun lalu. Waktu itu dia bicara sama saya cita-cita untuk memperbaiki kesehatan anak-anak, 30 persen dari anak balita di Indonesia terdapat kondisi fisik yang namanya stunting," ungkap Hashim di Jakarta Pusat pada Jumat malam, 3 Juli 2026.

Beberapa tahun kemudian, jumlah anak yang menderita stunting bertambah hingga 38 persen. "So, ini janji kampanye Pak Prabowo Subianto sejak 2009, waktu dia masih calon wakil presiden, dilanjutkan tahun 2014, calon presiden, dilanjutkan tahun 2019 dan berlanjut tahun 2024. Itu janji kampanye Prabowo Subianto bahwa anak-anak Indonesia yang menghendaki akan mendapat MBG," tutur dia.

Di sisi lain, Hashim mengakui implementasi program mulia itu tak berjalan mulus. Kini terkuak terjadi penyelewengan dan korupsi dalam jumlah besar.

"Tapi, program mulia jangan dihentikan dan dirusak karena ada segelintir orang yang kurang baik mengurusnya. Maka program MBG tidak akan berhenti dan akan dilanjutkan!" katanya.

1. Hashim sebut kopdes merah putih punya tujuan mulia untuk memutus rantai tengkulak

Beberapa pria, termasuk anggota TNI, berdiri di depan gedung bertuliskan Koperasi Merah Putih Desa Kotabes di Kupang, NTT.
Direktur Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Wilayah Bali Nusa Tenggara, PT Agrinas Pangan Nusantara, Brigjen TNI (Purn) Joao Xavier Barreto Nunes, tinjau pembangunan KDMP Desa Kotabes, Kupang, NTT. (IDN Times/Putra Bali Mula)

Hashim juga menyinggung program unggulan Prabowo lainnya yakni Koperasi Desa Merah Putih. Sama seperti MBG, Kopdes Merah Putih juga diyakini memiliki tujuan mulia yakni memutus rantai antara petani dengan tengkulak.

"Tujuan (dibangun kopdes) entah itu pembangunan cold storage, alat pendingin, truk untuk pengangkutan, gerai-gerai yang memberikan obat supaya harganya terjangkau dan dapat diakses warga," kata Hashim.

Ia pun menitipkan pesan kepada Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono untuk mengawasi implementasi kopdes. Tugasnya dibantu oleh para ibu yang bergabung ke dalam organisasi Srikandi Jaga Desa.

"Jangan sampai program yang bagus dan memiliki tujuan mulia dirusak oleh setan-setan hamba iblis di seluruh Indonesia," tutur dia.

2. Hashim sebut Sekolah Rakyat dibangun untuk memberikan pendidikan gratis

Tampak dari depan papan nama Sekolah Rakyat di Kota Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Tampak dari depan papan nama Sekolah Rakyat di Kota Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Hashim juga menyinggung program baru lainnya yaitu Sekolah Rakyat yang dikelola Kementerian Sosial. Dengan begitu, maka rakyat menengah ke bawah tetap bisa mengakses pendidikan berkualitas. Hashim mengaku sudah mulai mendengar pihak tertentu yang membujuk pengurus dari Sekolah Rakyat untuk melakukan penyelewengan.

"Padahal, tujuannya untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak dari keluarga yang paling miskin di Indonesia ini," kata Hashim.

Ia kemudian mengisahkan Prabowo dan dirinya sempat membahas kondisi anak di Tanah Air pada 2025 dalam keadaan miskin. Prabowo mengatakan kepada Hashjim sempat berdialog dengan Hashim mengenai siswa bernama Nayla (8 tahun).

"Nayla dan ketiga saudaranya terpaksa harus hidup dengan penghasilan Rp600 ribu per bulan. Saya juga diperlihatkan oleh Menteri Sosial kondisi rumahnya yang ada di Makassar seperti apa. Rumahnya gubuk, tidak ada air bersih dan listrik," tutur dia.

Prabowo disebut berkaca-kaca saat melihat kondidi Nayla. "Pak Prabowo kemudian bilang kalau bukan kita yang bantu Nayla dan ibunya, siapa lagi yang akan bantu mereka? Maka, lahir program sekolah rakyat," imbuhnya.

Ia menambahkan akan ada 500 ribu hingga 1 juta anak yang ditampung di Sekolah Rakyat. Tidak ada biaya yang dipungut dari sekolah itu.

3. 30 ribu calon manajer mulai ditempatkan bekerja Agustus

SPPI, Kemhan, latihan militer
Kegiatan pemberian materi di dalam kelas bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di Pusat Pendidikan Kesehatan Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur. (IDN Times/Santi Dewi)

Di sisi lain, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan sekitar 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan mulai ditempatkan di koperasi-koperasi di seluruh Indonesia mulai Agustus 2026 setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan yang sedang berlangsung. Ferry mengatakan penempatan dilakukan secara bertahap seiring rampungnya pembangunan fisik gudang, gerai, dan fasilitas pendukung Kopdes Merah Putih.

Insya Allah nanti awal Agustus sudah selesai mereka mengikuti pelatihan dan langsung kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang juga bersamaan dengan pembangunan fisik gudang, gerai, dan alat kelengkapan yang sudah selesai dibangun," ungkap Ferry di Jakarta pada Kamis, 2 Juli 2026.

Menurut dia, para manajer akan ditempatkan sesuai daerah asal masing-masing agar lebih memahami karakteristik wilayah dan memudahkan pengelolaan koperasi. Calon manajer Kopdes Merah Putih saat ini sedang mengikuti latihan bela negara dan pelatihan manajerial calon manajer koperasi.

Program tersebut sebelumnya dikenal sebagai pelatihan komponen cadangan (Komcad), tetapi pemerintah telah mengubah skemanya setelah dilakukan evaluasi menyusul meninggalnya lima peserta dalam pelaksanaan pelatihan.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More