Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia yang Ikut Misi GSF Palestina
Menkomdigi Meutya Hafid saat memimpin Rakor Tindak Lanjut PP TUNAS di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (11/3). (dok. Komdigi)
  • Menkomdigi Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang menahan rombongan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0, termasuk jurnalis Indonesia yang tengah bertugas menuju Gaza.
  • Pemerintah melalui Kemlu dan Kemkomdigi berkoordinasi dengan KBRI di beberapa negara untuk memastikan perlindungan serta keselamatan seluruh WNI dalam misi kemanusiaan tersebut.
  • Sembilan WNI, terdiri dari jurnalis dan relawan, dilaporkan ikut dalam lima kapal GSF yang dicegat pasukan Israel di perairan Mediterania Timur saat menuju Palestina.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur menuju Gaza.

Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah jurnalis Indonesia, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo, yang tengah menjalankan tugas jurnalistik meliput misi kemanusiaan internasional.

"Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/05/2026).

1. Jurnalis hadir untuk membawa suara kemanusiaan

3 Wajah Roehana Koeddoes Meutya Hafid (IDN Times/Novaya)

Meutya menegaskan, jurnalis hadir untuk membawa suara kemanusiaan dan menyampaikan fakta kepada publik di dunia. Karena itu, kerja jurnalistik perlu dihormati dan diberikan ruang aman, terlebih dalam situasi krisis kemanusiaan.

Berdasarkan informasi Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu), sedikitnya 10 kapal misi kemanusiaan telah ditahan, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys. Hingga kini, kapal yang membawa jurnalis masih belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya belum diketahui secara pasti.

2. Dukung penuh upaya diplomatik Kemlu

Menkomdigi RI Meutya Hafid memberikan pernyataan resmi dihadapan awak media pada 10 Januari 2026 (komdigi.go.id)

Meutya menyatakan pihaknya mendukung langkah diplomatik Kemlu untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh WNI dalam rombongan tersebut.

"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut," ujar Meutya.

Kemlu RI sebelumnya menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman, demi menyiapkan langkah pelindungan serta percepatan pemulangan WNI apabila diperlukan.

"Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan," ujar Meutya.

3. Daftar nama WNI yang Ikut kapal kemanusiaan GSF ke Palestina

Sebelumnya, kapal misi kemanusiaan GSF dicegat oleh pasukan Israel. Upaya intersepsi hingga diduga terjadi penculikan ini terjadi laut Kepulauan Siprus, Mediterania Timur. Dalam rombongan tersebut, di antaranya terdapat sembilan warga negara Indonesia (WNI). Mereka berasal dari jurnalis hingga relawan.

Perwakilan delegasi Indonesia dalam misi kemanusiaan GSF, Herman Budiyanto, mengatakan ada sekitar 54 kapal yang diberangkatkan dari Albatros Marina. Kapal itu menampung relawan dari berbagai negara.

"Ya kalau pemberangkatan dari Albatros itu pada Kamis. Hari Kamis dari Pantai Marmaris, wilayah Marmaris Turki. Dari Albatross ya, stay-nya Albatross, Marmaris. Jadi, kami berangkat di sana ada 54 kapal ya. Kemudian kami bergerak dan sampai sekarang kita posisi ada di Mediterania," kata dia dalam sambungan virtual di konferensi pers, Gedung Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) malam.

Herman mengatakan, rombongan kapal GSF sempat sempat dipantau langsung oleh kapal milik tentara Israel hingga drone. Kapal tersebut sempat mendekat dan melakukan pengejaran. Namun saat ini, kapal dan drone tersebut sudah tidak terlihat.

"Ya, Alhamdulillah kami dari semalam sudah, sudah siaga untuk terus memantau pergerakan kapal-kapal, ada drone ya. Alhamdulillah malam sudah tidak ada, drone-drone saja. Kemudian pagi baru muncul adanya kapal, dua kapal perang dari IDF. Nah kapal-kapal ini menurunkan sekoci-sekoci bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kita," ujar Herman.

"Alhamdulillah tim kami ini kapten, krunya ya dari teman-teman luar biasa berpengalaman. Mereka bisa manuver melakukan penghindaran-penghindaran jauh ya dan sudah dari sasar pengejaran IDF tadi. Dan tentu ini juga berkat pertolongan Allah, doa dari seluruh warga negara sekalian Indonesia di mana pun berada," sambungnya.

Adapun WNI yang ikut dalam rombongan tersebut tersebar pada lima kapal kemanusiaan berbeda. Berikut ini sembilan WNI yang tergabung dalam rombongan kapal GSF dan dilaporkan diculik oleh militer Israel:

1. Herman Budianto Sudarsono dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

2. Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa di Kapal Zapyro

3. ⁠ Andi Angga Prasadewa dari Rumah Zakat di Kapal Josef

4. Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso di Kapal Kasri Sadabad

5. Hendro Prasetyo dari SMART 171 di Kapal Kasri Sadabad

6. ⁠Jurnalis Republika, Bambang Noroyono di Kapal BoraLize

7. ⁠Jurnalis Republika, Thoudy Badai Rifan Billah di Kapal Ozgurluk

8. ⁠Jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk

9. Jurnalis iNews, Rahendro Herubowo di kapal Ozgurluk

Editorial Team