Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

16 Warganya di GSF Ditawan Israel, PM Malaysia Anwar Ibrahim Murka

16 Warganya di GSF Ditawan Israel, PM Malaysia Anwar Ibrahim Murka
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam policy speech di Sekretariat ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras tindakan Israel yang mencegat armada bantuan ke Gaza dan menahan lebih dari 100 aktivis, termasuk 16 warga Malaysia.
  • Pemerintah Malaysia menuntut jaminan keselamatan serta pembebasan segera seluruh aktivis yang ditahan, sambil terus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.
  • Anwar menyerukan komunitas internasional agar tidak diam menghadapi penindasan Israel dan mendesak pertanggungjawaban atas pelanggaran terhadap misi kemanusiaan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keras tindakan Israel yang mencegat armada bantuan kemanusiaan menuju Gaza dan menahan lebih dari 100 aktivis internasional, termasuk 16 warga Malaysia yang ikut dalam misi tersebut.

Anwar menyebut tindakan Israel sebagai bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan hukum internasional. Ia juga menilai pencegatan terhadap flotila kemanusiaan menunjukkan upaya Israel untuk menutup akses bantuan bagi warga Palestina di Gaza.

Dalam pernyataannya, Anwar menegaskan Malaysia menuntut keselamatan seluruh aktivis yang ditahan dan meminta mereka segera dibebaskan. Pemerintah Malaysia juga menyatakan akan terus menyuarakan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Rezim biadab Zionis Israel telah bertindak memintas flotila kemanusiaan Gaza dan telah pun menahan lebih 100 orang aktivis termasuk 16 aktivis dari Malaysia yang terlibat dalam misi aman membela kemanusiaan sejagat,” kata Anwar Ibrahim dalam unggahan Instagram, Senin (18/5/2026).

Pencegatan armada bantuan Gaza tersebut memicu perhatian internasional karena melibatkan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang berupaya menyalurkan bantuan untuk warga Palestina di tengah blokade dan konflik berkepanjangan.

1. Malaysia sebut Israel langgar hukum internasional

IMG-20250729-WA0031.jpg
Presiden Prabowo sambut kedatangan PM Malaysia, Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/7/2025) (dok. BPMI Sekretariat Presiden)

Anwar Ibrahim mengatakan, tindakan Israel terhadap misi kemanusiaan itu tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, pencegatan terhadap kapal bantuan dan penahanan para aktivis merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan internasional.

“Tindakan kurang ajar rezim jahat ini terhadap misi bantuan kemanusiaan ini bukan saja mencabuli hak asasi manusia dan undang-undang antarabangsa,” ujar Anwar.

Ia menilai langkah Israel memperlihatkan upaya sistematis untuk membatasi akses bantuan dan membungkam solidaritas internasional terhadap Palestina. “Malah memperlihatkan kerakusan rejim Zionis dalam menutup ruang bantuan, menyekat suara kemanusiaan dan menindas sesiapa sahaja yang bangkit mempertahan dan membela rakyat Palestin,” lanjutnya.

Menurut Anwar, komunitas internasional tidak seharusnya membiarkan tindakan semacam itu terus terjadi tanpa tekanan dan pertanggungjawaban yang jelas terhadap Israel.

2. Desak pembebasan aktivis yang ditahan

IMG_8324.jpeg
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam pesan video di ASEAN Day. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Pemerintah Malaysia menegaskan akan terus menekan Israel agar segera membebaskan seluruh aktivis yang ditahan dalam operasi pencegatan tersebut. “Malaysia lantas mengecam sekeras-kerasnya tindakan tersebut dan menuntut jaminan keselamatan serta pembebasan segera kesemua aktivis yang ditahan,” kata Anwar.

Pernyataan itu muncul setelah laporan menyebut lebih dari 100 aktivis internasional ditangkap ketika mengikuti misi kemanusiaan menuju Gaza. Di antara mereka terdapat relawan dan aktivis dari berbagai negara, termasuk Malaysia.

Kasus ini kembali memunculkan perhatian dunia terhadap situasi kemanusiaan di Gaza dan hambatan terhadap distribusi bantuan bagi warga sipil Palestina.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Israel terkait tuntutan pembebasan para aktivis yang disampaikan Malaysia.

3. Dunia tak boleh tunduk pada penindasan

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (commons.wikimedia.org/Chatham House)
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. (commons.wikimedia.org/Chatham House)

Anwar Ibrahim juga menyerukan agar komunitas internasional mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel. Ia menilai dunia tidak boleh terus diam menghadapi tindakan yang dianggap sebagai bentuk penindasan terhadap rakyat Palestina dan pihak-pihak yang membantu mereka.

“Dunia tidak boleh terus tunduk kepada kezaliman dan kebobrokan,” ujar Anwar.

Ia menegaskan, penindasan terhadap warga Palestina maupun terhadap aktivis kemanusiaan harus segera dihentikan.

“Penindasan ke atas warga Palestin dan kepada mereka yang menggerak serta membawa bantuan kemanusiaan mesti dihentikan segera,” katanya.

Anwar juga meminta agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas tindakan yang dilakukan terhadap armada bantuan kemanusiaan internasional tersebut.

“Israel mesti berdepan keadilan dan pertanggungjawaban,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Related Articles

See More