Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menkominfo Minta Agar Identitas Pasien Virus Corona Tak Lagi Disebar
(IDN Times/Reynaldy Wiranata)

Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate, mengimbau ke seluruh media agar tidak lagi menyebut data diri pasien yang terjangkit virus corona dan kini tengah dirawat di RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso. Hal itu disampaikan oleh Johnny usai digelar forum penyiaran bersama dengan pemimpin redaksi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat pada Selasa malam (3/3). 

"Yang harus kita jaga bersama-sama adalah etika komunikasi, jangan sampai hal privat pasien diberitakan. Ini jadi pelajaran yang baik yang tidak akan kita ulangi dan harus kita jaga betul," kata Johnny seperti dikutip dari kantor berita Antara

Ia juga menyebut Kemenkominfo juga telah bekerja sama dengan berbagai platform media sosial agar segera menghilangkan konten hoaks mengenai wabah virus corona. Sesungguhnya, informasi mengenai data dua pasien tersebar luas tak lama usai Presiden Joko "Jokowi" Widodo dan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengumumkan virus corona akhirnya masuk Indonesia. Terawan bahkan menyebut keduanya merupakan warga Depok. 

"Sudah melakukan isolasi rumah. Terkenanya di Jakarta, daerah Depok," kata Terawan di Kompleks Istana Merdeka pada Senin (2/3). 

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan oleh publik agar tidak panik dalam menghadapi wabah virus corona ini?

1. Presiden Jokowi juga sudah wanti-wanti menterinya agar tak ungkap identitas pasien virus corona

Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri pengukuhan Guru Besar Kiai Asep Syaifuddin Chalim di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Sabtu (29/2). IDN Times/Fitria Madia

Instruksi serupa juga sudah disampaikan kemarin pagi oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan. Kepada media, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut telah mewanti-wanti menterinya agar tak menyebutkan sedikit pun identitas dari para pasien virus corona. 

"Saya juga sudah perintahkan kepada para menteri untuk mengingatkan rumah sakit dan pejabat pemerintah tidak membuka identitas pasien," ungkap Jokowi kemarin. 

Ia mengatakan apabila identitas mereka tetap terjaga dari publik maka pasien tidak tertekan secara psikologis. Pada akhirnya hal itu bisa membantu proses pemulihan kesehatannya. 

"Harus dijaga, tidak boleh dibuka ke publik. Media juga harus menghormati mereka, sehingga secara psikologis mereka tidak tertekan dan dapat segera pulih dan sembuh kembali," kata dia lagi. 

2. Wali Kota Depok membantah menyebarkan identitas dua pasien ke publik

Wali Kota Depok Mohammad Idris menerima 1.000 masker dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Balai Kota Depok, Senin (2/3) (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sementara, di program Indonesia Lawyer's Club (ILC) yang tayang di tvOne, Wali Kota Depok, Mohammad Idris membantah menyebar luaskan identitas dan alamat kedua pasien. Menurutnya, ia hanya merespons pertanyaan dari media yang mengonfirmasi soal alamat kedua pasien yang sudah tersebar di media sosial. 

"Saya menyebutkan (alamat) yang terlepas pemberitaan di medsos yang menyebutkan alamat rumah. Alamat rumahnya di sini, memang saya sedang mencari tahu karena saya ragu. Yang saya tahu perumahan namanya Studio Alam, ketika ada nama Indah, saya tanya ke asisten ini bener perumahan yang ada di Sukmajaya atau yang ada di tempat lain," kata dia memberi penjelasan semalam. 

Lalu, menurut Idris, pertanyaan itu sempat terdengar wartawan dan wartawan itu membenarkannya. 

"Iya, Pak nama perumahannya Studio Alam Indah. Oh iya, kata-kata ini dimuat di media seperti ini," katanya lagi. 

Ketika diklarifikasi oleh host ILC, Karni Ilyas bahwa nama dua pasien itu terucap dari mulut Idris, ia membantahnya. 

"Gak (bukan saya yang menyebutkan). Sampai sekarang saya juga tidak tahu siapa nama pasiennya. Yang saya tahu (inisial) NT dan MD," tutur dia. 

3. Pasien yang kini dirawat di rumah sakit baru tahu terjangkit virus corona dari media

Suasana RSPI Sulianti Saroso (IDN Times/Gregorius Aryodamar P.)

Sementara, kondisi dua pasien yang merupakan ibu dan anak dalam keadaan baik. Mereka masih diisolasi di RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso. Namun, dalam wawancara khusus dengan Kompas.id, salah satu pasien mengaku terkejut ia dan putrinya didiagnosa kena COVID-19 justru dari pemberitaan media. Dokter tidak menyampaikan lebih dulu hasil diagnosa tersebut. 

"Gak ada (pemberitahuan). Sampai kemudian heboh kemarin itu (diumumkan Presiden)...," ujar pasien pada Rabu (3/3).

Usai informasi itu tersebar luas, pasien menanyakan ke dokter yang merujuk mereka ke RSPI Sulianti Saroso

"Karena terlanjur heboh, saya tanya ke dokter yang merujuk ke sini, dia bilang bahwa saya dan anak saya positif Corona, sambil bilang gak apa-apa semua sudah ditangani kok...", tutur dia lagi. 

Ia pun mengaku tertekan dengan pemberitaan yang terkesan menyudutkannya. Padahal, menurut pasien, ia dan putrinya justru dengan sukarela datang memeriksakan diri ke RS Mitra Depok. Pasien melakukan itu usai mengetahui warga Jepang yang pernah berdansa dengannya di sebuah restoran, dinyatakan positif COVID-19 saat tiba kembali di Malaysia. 

Editorial Team

Related Article