Bahas Identitas Pasien COVID-19, Jokowi: Tidak Boleh Dibuka ke Publik!

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah memerintahkan kepada jajaran menterinya agar identitas pasien tidak dibuka ke publik. Hal itu disampaikan Jokowi guna melindungi privasi dari pasien kasus virus corona atau COVID-19 tersebut.
"Saya juga sudah perintahkan kepada para menteri untuk mengingatkan rumah sakit dan pejabat pemerintah tidak membuka identitas pasien," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
1. Jokowi minta semua pihak hormati privasi pasien yang positif virus corona

Jokowi menyebut kedua pasien yang positif virus corona itu dengan sebutan kasus satu dan dua. Ia meminta semua pihak untuk menghormati privasi kedua pasien tersebut.
"Harus dijaga, tidak boleh dibuka ke publik. Media juga harus menghormati mereka, sehingga secara psikologis mereka tidak tertekan dan dapat segera pulih dan sembuh kembali," ujar Jokowi.
2. Jokowi berpesan agar masyarakat rajin cuci tangan

Kemudian, Jokowi pun mengingatkan kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan guna mencegah terinfeksi virus corona. Dia mengatakan, cuci tangan adalah hal yang penting saat ini.
"Kita juga dapat mencegah penularan virus corona dengan sering cuci tangan. Jangan kemudian menyentuh wajah sebelum cuci tangan. Dan yang terbaik menjaga kebersihan dan menjaga kebugaran kita sehingga imunitas kita lebih baik," pesan Jokowi.
3. Jokowi telah umumkan kasus virus corona pertama di Indonesia

Sebelumnya, Presiden Joko "Jokowi" Widodo telah mengumumkan kasus virus corona atau COVID-19 pertama di Indonesia. Jokowi menyampaikan, kasus tersebut diketahui pemerintah setelah adanya isu warga negara asing (WNA) Jepang yang positif terkena virus corona setelah dari Indonesia.
"Begitu ada informasi bahwa orang Jepang yang ke Indonesia kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana positif corona, tim dari Indonesia langsung telusuri," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (2/3).
Jokowi menjelaskan bahwa tim dari Indonesia telah menelusuri jejak WNA tersebut. Ternyata, WNA Jepang itu positif terkena virus corona setelah menemui kerabatnya di Indonesia.
"Ternyata orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun. Cek tim kita ternyata posisi yang sakit. Dicek dan tadi pagi saya dapat laporan dari Pak Menkes bahwa ibu ini dan putrinya positif corona," ucap Jokowi.

















