Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menteri HAM Pigai Dorong Unit Khusus untuk Pulihkan Korban MBG
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
  • Natalius Pigai mendorong BGN membentuk unit pemulihan korban dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
  • Program MBG dinilai baik berdasarkan pengecekan Kementerian HAM, tetapi terdapat pelaksanaan yang belum sesuai harapan.
  • Mekanisme pemulihan dapat mencakup rehabilitasi, restitusi, kompensasi, pelayanan kesehatan, serta tanggung jawab pemerintah dan swasta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (11/9/2026)

Natalius Pigai mendorong BGN membentuk unit pemulihan korban dalam pelaksanaan program MBG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Natalius Pigai mendorong pembentukan unit pemulihan korban dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
  • Who?
    Menteri HAM Natalius Pigai merekomendasikan Badan Gizi Nasional membentuk unit pemulihan korban.
  • Where?
    Di BGN, dengan sistem yang diharapkan dapat diterapkan menyeluruh di setiap daerah.
  • When?
    Pernyataan Pigai dikutip Jumat (11/9/2026).
  • Why?
    Unit diperlukan untuk menangani dampak yang dialami penerima manfaat ketika pelaksanaan program tidak sesuai harapan.
  • How?
    Mekanisme dirumuskan detail, mencakup pelayanan kesehatan, rehabilitasi, restitusi, kompensasi, serta tanggung jawab pemerintah dan swasta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pak Natalius Pigai ingin BGN membuat unit untuk membantu orang yang terdampak program Makan Bergizi Gratis. Katanya, ada pelaksanaan yang belum sesuai harapan. Unit itu bisa membantu dengan pemulihan, seperti layanan kesehatan, rehabilitasi, restitusi, atau kompensasi. Pak Pigai juga ingin program ini terus diperiksa dan sistem bantuannya dibuat sama di setiap daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dorongan pembentukan unit pemulihan membuka ruang penanganan yang lebih terukur bagi penerima manfaat yang terdampak pelaksanaan MBG. Rujukan pada rehabilitasi, restitusi, dan kompensasi menunjukkan bentuk pemulihan dapat disusun beragam. Perumusan pelayanan kesehatan serta tanggung jawab pemerintah dan swasta juga diarahkan agar penanganan tidak berbeda-beda di setiap daerah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) membentuk unit pemulihan korban dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, unit tersebut diperlukan untuk menangani dampak yang dialami penerima manfaat ketika pelaksanaan program tidak sesuai harapan, salah satunya dengan banyaknya kasus keracunan yang terjadi belakangan ini.

Kementerian HAM merekomendasikan kepada Badan Gizi Nasional untuk membentuk unit unit pemulihan korban. Unit program pemulihan korban yang dinakodai oleh sebuah unit di BGN itu penting untuk memulihkan mereka yang menjadi korban dalam pelaksanaan pembangunan atau pengembangan pelaksanaan program makan bergisi gratis,” kata Pigai, dikutip Jumat (11/9/2026).

1. Program MBG perlu terus dievaluasi

Menteri HAM, Natalius Pigai (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Pigai mengatakan program MBG dinilai baik oleh berbagai pihak berdasarkan pengecekan yang dilakukan Kementerian HAM di lapangan. Namun, dia mengakui terdapat pelaksanaan yang belum sesuai harapan.

“Tapi bahwa dalam manajemen ada 1-2 pelaksanaan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh karena itulah maka pelaksanaan program perlu terus-menerus dievaluasi,” ujarnya.

2. Pemulihan bisa berupa kompensasi

Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, saat berada di Makassar, Senin (12/5/2025). (IDN Times/Darsil Yahya)

Menurut Pigai, mekanisme pemulihan dapat mengacu pada Maastricht Guidelines yang mengatur pemulihan dalam kebijakan ekonomi, sosial, dan budaya. Bentuknya dapat berupa rehabilitasi, restitusi, dan kompensasi.

“ Saya pikir program dengan berbasis pada Maastricht Guidelines itu rehabilitasi, ada restitusi, ada kompensasi,” katanya.

Pigai mencontohkan, korban yang mengalami dampak kesehatan hingga harus berhenti sekolah dapat menjadi bagian yang diperhitungkan dalam skema pemulihan.

3. Sistem pemulihan dibuat terukur

Kapolresta Lombok Tengah Kombes Pol Hariyanto mengecek SPPG yang menyalurkan MBG kepada ratusan siswa yang keracunan pada Jumat (11/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Pigai menilai mekanisme pemulihan perlu dirumuskan secara detail, termasuk terkait pelayanan kesehatan dan tanggung jawab pemerintah maupun pihak swasta. Dia berharap sistem tersebut dapat diterapkan secara menyeluruh, sehingga penanganan korban tidak dilakukan secara berbeda-beda di setiap daerah.

“Jadi harus dirumuskan secara detail tentang bagaimana pelayanan pemulihan terhadap korban,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article