Jakarta, IDN Times - Menteri Koperasi Ferry Juliantono akan memeriksa informasi meninggalnya sarjana penggerak pembangunan Indonesia (SPPI) yang menjadi peserta pelatihan dasar militer di program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih. Ferry menyebut, berdasarkan data yang dimilikinya, jumlah peserta yang meninggal sebanyak tiga orang.
Dari tiga orang itu, dua peserta merupakan calon pengelola koperasi dan seorang peserta pengelola kampung nelayan.
"Saya akan cek dulu ya," ungkap Ferry ketika dihubungi IDN Times lewat telepon pada Jumat (26/6/2026).
Informasi mengenai peserta keempat SPPI yang meninggal ramai ditulis di media sosial. Publik pun mengkritik relevansi latihan militer bagi calon pengelola koperasi dan kampung nelayan itu.
Ketika ditanyakan apakah Kementerian Koperasi turut mengusulkan agar calon pengelola koperasi merah putih diberi latihan militer, Ferry menepisnya. Ia menjelaskan Kementerian Koperasi hanya bertanggung jawab terhadap kurikulum mengenai koperasi dan manajemen.
Namun, penyelenggaraan untuk seleksi calon manajer koperasi dan kampung nelayan ini melibatkan lintas kementerian. Mulai dari Kementerian Koperasi, Badan Kepegawaian Negara, Kementerian PAN RB, Badan Pengaturan BUMN, hingga Kementerian Pertahanan.
"Enggak dong (bukan Kementerian Koperasi yang mengusulkan latsar militer). Kami di Kementerian Koperasi hanya bertanggung jawab untuk mengisi kurikulum pendidikan manajemen dan tentang koperasi. Pemberian materi itu akan berlangsung pada pertengahan Juli 2026," tutur dia.
Ketika ditanya soal relevansi latihan militer dengan pengelolaan koperasi, menteri dari Partai Gerindra itu menilai tak ada yang keliru dari latihan dasar militer. Sebab, latihan dasar militer itu bisa membentuk kedisiplinan para peserta.
"Nanti, kan dia akan menjadi manajer. Minimal dia punya sikap disiplin itu," tutur dia.
Saat IDN Times tanyakan apakah Kemenkop akan mengusulkan agar latihan dasar militer itu sebaiknya dihapuskan, Ferry menyebut hal tersebut akan dibahas di dalam rapat koordinasi antar lembaga lebih dulu.
Sementara, hingga saat ini jumlah peserta yang terkonfirmasi meninggal saat mengikuti latihan dasar militer mencapai tiga orang, yakni:
Anisa Muyassaroh: meninggal pada 18 Juni 2026 di satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Anisa dinyatakan meninggal akibat heat stroke
Yonanda Muhammad Taufiq: meninggal pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan. Yonanda meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung
Novia Rahmadhani Sihotang: meninggal pada 23 Juni 2026 di satuan pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia memiliki riwayat penyakit tuberkolosis.
Kementerian Pertahanan telah menyampaikan ucapan duka cita kepada keluarga korban. Mereka pun mengaku sedang melakukan evaluasi terhadap program latihan dasar militer yang diikuti oleh peserta SPPI. Latihan dasar militer itu akan berlangsung selama 30 hari hingga 16 Juli 2026.
