Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsar, Peserta Lain Diisolasi

Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsar, Peserta Lain Diisolasi
Konferensi Pers Terkait evaluasi Latsar SPPI KDKMP di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2027) (IDN Times/Lia Hutasoit)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Lima calon manajer Koperasi Desa meninggal saat latihan dasar militer, memicu tracing massal terhadap peserta dan penyelenggara oleh Kemhan dan Kemenkes.
  • Kemhan melakukan pelacakan kontak, klasterisasi, serta isolasi bagi peserta yang diduga terpapar virus, namun belum mengungkap jenis virus maupun jumlah terdampak.
  • Salah satu korban, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal setelah dirawat intensif akibat infeksi paru; tim medis menyebut penyebabnya pneumonia akibat virus, bukan TBC.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Adanya lima orang yang meninggal dunia dalam latihan dasar (latsar) militer calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diikuti dengan tracing massal terhadap peserta dan penyelenggara. Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan, penyelenggara telah melakukan pelacakan kontak, klasterisasi, hingga memisahkan atau mengisolasi sejumlah peserta yang diduga terpapar virus.

Namun, jenis virus dan jumlah peserta yang terdampak belum diungkap kepada publik.

Kepala BPSDM Kemhan, Mayjen Ketut GWP, menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan setelah insiden adalah melakukan tracing terhadap seluruh orang yang berada di lingkungan pelatihan.

"Dari satlat setempat yaitu dari Halim Perdanakusuma langsung melaksanakan tracing kepada seluruhnya, pada lingkungan, termasuk kepada penyelenggara sendiri. Kemudian dilaksanakan klasterisasi dan tindakan kedokteran lebih lanjut," ujar dia dalam konferensi pers di Kementerian Pertahanan, Sabtu (27/6/2026).

Dia mengatakan, proses tersebut melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk menindaklanjuti dugaan penyebaran penyakit di lingkungan pelatihan.

"Kementerian Kesehatan juga sudah turun langsung ya menindaklanjuti kemungkinan tadi berkaitan dengan tracing virus yang memang tidak terdeteksi pada seleksi sebelumnya," kata dia.

Dia mengatakan, hasil tracing membuat sejumlah peserta dipisahkan dari kelompok lain.

"Sampai saat ini ada pemisahan memang beberapa orang yang terindikasi ya kena virus itu, tetapi kondisinya masih dalam kondisi aman dan terkendali," ujar dia.

Hal itu dilakukan menyusul korban atas nama Novia Rahmadhani Sihotang meninggal dunia yang semula disebut karena TBC. Novia menjalani latihan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta. Pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 14.30 WIB, dia datang ke UKS dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diberikan terapi dan dipantau oleh Cm kesehatan.

Keesokan harinya, Selasa 23 Juni 2026 pukul 06.10 WIB kondisinya semakin lemah sehingga langsung dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa. Di rumah sakit dilakukan pemeriksaan lanjutan, termasuk foto toraks yang menunjukkan TB paru, disertai pemeriksaan laboratorium dan perawatan intensif di ruang ICU isolasi.

Pada pukul 15.00 WIB kondisi dia mengalami penurunan kesadaran. Tim medis segera resusitasi jantung paru, tetapi pada pukul 15.13 WIB dokter menyatakan Novia meninggal dunia. Tim medis mengatakan, penyebabnya karena TBC.

Meski demikian Tim Kesehatan (Puskes TNI), Letkol CKM Dr. Ikhsan, menjelaskan, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan sesuai prosedur sebelum dinyatakan lolos mengikuti pelatihan.

"Memang dari hasil pemeriksaan awal atau rekrutmen, kami sudah melaksanakan sesuai SOP ya. Sesuai SOP pemeriksaannya itu dengan melakukan pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, dan euh USG. Pada saat pemeriksaan rontgen itu tidak terdapat TBC," kata dia.

Dia kemudian menjelaskan penyebab kematian Novia karena pneumonia.

"Tetapi kalau TBC yang kami sempat diskusi dengan ini, itu bukan TBC, tapi adalah pneumonia atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh virus," ucap dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More