Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah dinilai bukan hanya di gawenya umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Hal itu disampaikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI tahun tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat malam, 11 September 2026. (Dok. Pemprov Jateng)
Antusiasme dan kemeriahan itu bukan isapan jempol belaka. Pada saat acara Malam Taaruf, berbagai elemen masyarakat menghadiri acara tersebut. Tak hanya perwakilan kafilah dari 37 provinsi, sajumlah kepala daerah turut hadir menyambut gelaran MTQ XXXI.
"Malam ini ada Gubernur Bengkulu, Gubernur Kalimantan Utara, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya. Besok rencana ada 17 gubernur yang akan datang untuk menghadiri pembukaan," ujar Luthfi.
Sekretaris Umum LPTQ Nasional Muchlis Muhammad Hanafi menyampaikan, MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta yang akan bertanding pada delapan cabang dan 24 golongan. Penilaian didukung 155 dewan hakim yang bertugas secara profesional, objektif, transparan, dan bertanggung jawab.
Seluruh cabang musabaqah dilaksanakan di sejumlah lokasi yang tersebar di Kota Semarang. Selain sebagai kompetisi, MTQ diharapkan menjadi ruang untuk merekatkan silaturahmi dan meneguhkan persaudaraan sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.
"Para peserta mulai dari anak-anak hingga dewasa, dari cabang tilawah hingga tafsir Alqur'an dalam tiga bahasa, serta hafalan 1 juz sampai 30 juz. Tahun ini pertama kalinya kita adakan eksibisi untuk cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara," katanya. (WEB)