Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, membenarkan Nusron Wahid sudah tak lagi duduk sebagai pengurus Dewan Pengurus Partai (DPP). Namun, kata dia, kemunduran Nusron dari kepengurusan DPP tak ada sangkut pautnya dengan dugaan kasus korupsi yang menyeret nama Nusron.
Sarmuji mengatakan, Nusron sudah mundur dari posisi Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Golkar sejak enam bulan lalu.
"Seingat saya sudah lebih dari enam bulan lalu Pak Nusron mundur (dari DPP)," kata Sarmuji kepada IDN Times, Minggu (20/9/2026).
Pengunduran diri dari DPP, disampaikan oleh Nusron langsung ke Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalila.
"Ya, Pak Nusron langsung sampaikan pengunduran diri ke ketua umum," ujar dia.
Meski begitu, kata Sarmuji, Nusron masih berstatus sebagai kader Golkar. Dia hanya tidak lagi duduk sebagai pengurus di DPP.
Konformasi pengunduran diri Nusron dari DPP Golkar juga disampaikan oleh Wakil Ketua Umum, Ahmad Doli Kurnia.
"Benar bahwa saudara Nusron sudah mengajukan pengunduran diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar sejak beberapa bulan lalu," kata Doli kepada IDN Times, Minggu.
