Dari OTT tersebut, penyidik KPK menemukan barang bukti salah satunya uang tunai di kediaman salah satu orang kepercayaan Nusron, Arif Sugiyanto. Nominal uang tunai yang ditemukan di rumah mantan Bupati Kebumen itu mencapai Rp106 miliar.
Usai Kantor BPN Bogor Kena OTT, Nusron Wahid Janji Bersikap Kooperatif

- Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyatakan kooperatif, menghormati penyidikan KPK, dan tidak akan menghalangi proses hukum dugaan suap HGB di BPN Kabupaten Bogor.
- KPK menetapkan delapan tersangka dalam OTT di BPN Kabupaten Bogor, termasuk Dirjen PPTR Lampri dan empat orang yang disebut merupakan orang kepercayaan Nusron.
- Nusron memastikan layanan pertanahan tetap berjalan, sementara KPK menemukan uang tunai Rp106 miliar di kediaman Arif Sugiyanto, salah satu orang kepercayaan Nusron.
Jakarta, IDN Times - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Nusron Wahid mengatakan bakal bersikap kooperatif terhadap proses penyidikan terkait dugaan suap Hak Guna Bangunan (HGB) di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor. Menteri dari Partai Golkar itu juga tak akan menghalangi proses hukum yang tengah bergulir di komisi antirasuah.
KPK pada Senin kemarin melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor BPN Kabupaten Bogor. Dari operasi senyap itu, penyidik menetapkan delapan individu sebagai tersangka. Empat orang di antaranya disebut sebagai orang kepercayaan Nusron. Bahkan, salah satu individu yang sudah ditahan merupakan Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri.
"Kami menghormati apa yang diproses oleh aparatur penegak hukum (APH) dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti proses yang ada di sini," ungkap Nusron usai mengikuti salat Jumat di masjid di Kementerian ATR/BPN, Jumat (18/9/2026).
Bahkan, ia berharap dengan adanya proses hukum yang bergulir bisa ada percepatan perbaikan layanan di internal Kementerian ATR/BPN. Ketika ditanyakan apakah usai digelar OTT di kantor BPN Kabupaten Bogor, berpengaruh terhadap layanan publik di bidang pertanahan, Nusron mengatakan semua layanan berjalan seperti biasa.
"Insya Allah (layanan) tidak terganggu, kami tetap solid. Pelayanan tetap jalan, peralihan hak 10 hari tetap jalan, pengukuran terjadwal tetap jalan karena kan kami sudah berkomitmen untuk melakukan inovasi serta perubahan-perubahan," imbuhnya.
Nusron menghilang usai KPK menggelar operasi senyap pada Senin kemarin. Ia bahkan absen dua kali dalam rapat yang digelar di DPR dengan mitranya di komisi II. Bahkan, ia tidak berkantor saat ruangan dirjen PPTR digeledah oleh penyidik pada Kamis kemarin.
Nama Nusron ikut terseret dalam dugaan kasus korupsi suap HGB, lantaran empat dari delapan tersangka yang telah ditahan oleh KPK merupakan tangan kanannya.
















