Jakarta, IDN Times - Guru besar hukum internasional dari Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mendorong agar pemerintah tak mengabulkan akses udara penuh atau blanket overflight clearance bagi pesawat militer Amerika Serikat (AS). Sebab, bila usulan itu dikabulkan oleh Kementerian Pertahanan maka Indonesia bisa dianggap memiliki keberpihakan kepada Negeri Paman Sam. Hal tersebut dapat membahayakan politik luar negeri bebas aktif.
"Bila izin blanket overflight clearance dikabulkan, maka akan diberikan izin setiap pesawat tanpa membedakan jenis maupun tujuan dari negara yang mendapat izin untuk melintas sepanjang masih dalam kurun waktu yang disepakati," ujar Hikmahanto di dalam keterangan yang diterima IDN Times pada Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan bila Indonesia mengabulkan blanket overflight clearance, maka Iran dapat menganggap Indonesia sengaja memberikan ruang kepada Negeri Paman Sam. Maka, nasib kedua kapal tanker milik Pertamina dikhawatirkan makin terkatung-katung di wilayah perairan Teluk Persia.
"Iran akan menganggap Indonesia memberikan ruang kepada AS untuk melakukan serangan ke Iran," imbuhnya.
