Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pasar Kakiah, Pusat Belanja Jemaah Haji di Kota Makkah Bisa Pakai Rupiah
Pasar Kakiah di Makkah (IDN Times/Sunariyah)
  • Pasar Kakiah atau Al Kakia adalah pasar grosir terbesar di Makkah, 8 km dari Masjidil Haram.
  • Barang-barang dijual di pasar ini mulai dari pakaian, mainan, tas, jam, hingga makanan.
  • Meski pasar grosir, pembeli bebas menawar dan bisa menggunakan bahasa Indonesia. Pedagang juga menerima pembayaran dalam bentuk rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pasar Kakiah di Kota Makkah menjadi pusat belanja jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia, yang dapat bertransaksi menggunakan mata uang rupiah selain riyal.
  • Who?
    Jemaah haji asal Indonesia dan negara lain seperti Turki, China, serta Afrika berbelanja di Pasar Kakiah. Para pedagang setempat banyak yang bisa berbahasa Indonesia.
  • Where?
    Pasar Kakiah atau Al Kakia terletak di Jalan Ibrahim Al Khalil, wilayah Al Shoqiyah, sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram, Kota Makkah.
  • When?
    Kegiatan belanja ini berlangsung setelah jemaah menyelesaikan ibadah haji dan menunggu jadwal kepulangan atau keberangkatan ke Madinah untuk ibadah Arbain.
  • Why?
    Banyak jemaah memanfaatkan waktu menunggu kepulangan untuk membeli oleh-oleh karena pasar ini menawarkan harga grosir dan pilihan barang yang lengkap.
  • How?
    Pembeli bebas menawar harga dan dapat membayar dengan riyal atau rupiah sesuai kesepakatan dengan pedagang. Transaksi dilakukan secara langsung di toko-toko pasar tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak orang haji dari Indonesia masih di Makkah dan mereka belanja oleh-oleh di Pasar Kakiah. Pasarnya besar sekali dan ramai. Mereka beli baju, sajadah, tasbih, dan banyak barang lain. Penjualnya bisa ngomong bahasa Indonesia dan mau terima uang rupiah juga. Sekarang orang-orang senang belanja sambil nunggu pulang ke rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pasar Kakiah di Makkah menghadirkan suasana yang hangat dan inklusif bagi para jemaah haji dari berbagai negara. Kemudahan bertransaksi, bahkan dengan rupiah, menunjukkan keterbukaan pedagang terhadap keberagaman pengunjung. Suasana tawar-menawar yang akrab serta ragam produk menarik menjadikan pasar ini ruang pertemuan budaya yang hidup dan penuh keramahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Makkah, IDN Times - Jemaah haji sudah selesai melaksanakan ibadah haji dan kini berangsur-angsur pulang ke negara masing-masing, tak terkecuali jemaah haji Indonesia.

Sebagian jemaah haji masih berada di Kota Makkah menunggu waktu kepulangan, dan sebagian lagi menunggu untuk diberangkatkan ke Kota Madinah guna melaksanakan ibadah Arbain. Di sela-sela masa tunggu ini, jemaah haji memanfaatkan waktunya untuk berburu oleh-oleh, baik di toko-toko yang ada di sekitar hotel maupun di pasar Kota Makkah.

Salah satu pasar yang paling banyak didatangi jemaah haji untuk mencari oleh-oleh adalah Pasar Kakiah atau Al Kakia.

1. Terletak di Jalan Ibrahim Al Khalil, sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram

Pasar Kakiah di Makkah (IDN Times/Sunariyah)

Pasar ini terletak di depan Jalan Ibrahim Al Khalil, wilayah Al Shoqiyah, Kota Makkah, sekitar 8 kilometer dari Masjidil Haram. Nama lengkapnya Sûq al-Ka'kiyah lil Jumlah, merupakan pasar grosir terbesar di Makkah.

Saat IDN Times berkunjung, pasar ini tumpah ruah dipadati jemaah haji dari berbagai negara yang membeli oleh-oleh. Tampak jemaah haji asal Turki, China, Afrika, dan tentunya Indonesia. Hampir di semua toko terdapat pembeli yang merupakan jemaah haji Indonesia.

"Saya mau beli pashmina sama surban," kata seorang jemaah haji perempuan sambil menawar pashmina yang dipegangnya.

2. Pasar grosir tapi bisa beli satuan, pembeli bebas menawar

Pasar Kakiah di Makkah (IDN Times/Sunariyah)

Berbagai barang di jual di pasar "Tanah Abang" Makkah ini. Mulai dari Abaya dan berbagai jenis pakaian perempuan, pakaian laki-laki, surban, jilbab, mainan, tas, jam, parfum, peci, kurma, aneka hiasan dinding dengan kaligrafi Arab, sajadah, karpet, tasbih, aneka suvenir, perhiasan imitasi, dan lain sebagainya.

Lengkapnya barang yang dijual di pasar ini, tak heran membuatnya menjadi salah satu tempat yang paling banyak didatangi jemaah haji.

Meski pasar grosir, namun barang-barang yang dijual di Pasar Kakiah bisa dibeli satuan. Pembeli pun bebas menawar dan menggunakan bahasa masing-masing, yang penting ujungnya cocok, berapa riyal.

3. Bisa belanja pakai uang rupiah

Pasar Kakiah di Makkah (IDN Times/Sunariyah)

Di pasar ini, hampir semua pelayan dan pedagangnya bisa berbahasa Indonesia. Malah ada  dua pemuda penjaga toko, bisa sedikit berbahasa Jawa. Saat ditanya asalnya, pemuda itu mengaku dari Myanmar.

"Saya banyak teman dari Indo," katanya saat ditanya bagaimana dia bisa berbahasa Indonesia dan Jawa.

Soal mata uang untuk berbelanja, jangan khawatir, toko-toko di pasar ini juga menerima uang "Jokowi" (rupiah).

"Jokowi? Oke," kata seorang abah-abah pedagang Arab sambil mengacungkan jempolnya tanda setuju menerima uang rupiah.

Menggunakan uang riyal atau rupiah tak ada bedanya, sesuai kesepakatan antara pedagang dan pembeli. Biasanya untuk uang rupiah, mereka menyebutnya 50 Jokowi (Rp50.000), 100 Jokowi (Rp200.000), dan seterusnya. 

4. Harus jeli liat asal produk jika tak ingin membeli barang asal China

Pasar Kakiah di Makkah (IDN Times/Sunariyah)

Salah satu barang yang diburu pembeli perempuan dari Indonesia di Pasar Kakiah adalah jilbab Turki "Miss Colour". Harganya memang relatif bersaing, mulai dari 10 riyal hingga 20 riyal per biji. Harga pashmina 10 riyal, bila beli per bungkus jadi 95 riyal isi 10 biji.

Untuk sajadah, ada banyak pilihan dari Turki, India, Syria, dan tentu barang-barang dari China. Pembeli yang tidak mau membeli barang-barang produk China harus jeli mengecek barang tersebut buatan mana. Sebab, banyak produk-produk seperti tasbih, sajadah, surban, jilbab buatan China.

Untuk mainan boneka unta yang bisa bunyi, harga bervariasi tergantung besarnya, mulai dari 10 riyal.

"Buat oleh-oleh anak, kebetulan anakku 2 cewek semua. Di Pasar Kakiah harganya lebih miring, banyak pilihan," ujar Arvian, seorang pembeli dari Indonesia.

"Lebih murah, harganya grosiran, beli 3 dapat harga grosir," ujar Haji Ahmad yang membeli 3 sajadah Nabawi seharga total 110 riyal. Di tempat lain, katanya, 1 sajadah Nabawi harganya 45 riyal.

Editorial Team

Related Article