Investasi Tembus Rp1.001 Triliun, Pemerintah Klaim Ekonomi Stabil

- Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.001 triliun atau hampir 49 persen dari target nasional, dengan komposisi seimbang antara PMA dan PMDN.
- Pemerintah menyalurkan stimulus ekonomi senilai total Rp96,34 triliun pada dua kuartal pertama 2026 untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong konsumsi domestik.
- Program strategis seperti biodiesel B50, perluasan magang nasional, dan peningkatan rasio elektrifikasi menunjukkan komitmen pemerintah memperkuat sektor energi serta kualitas tenaga kerja.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan realisasi investasi Indonesia telah mencapai Rp1.001 triliun sepanjang semester pertama 2026. Angka tersebut setara hampir 49 persen dari target investasi nasional sebesar Rp2.000 triliun.
Capaian itu menjadi salah satu indikator positif yang disampaikan pemerintah dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026), menjelang tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain investasi yang terus meningkat, pemerintah juga menilai kondisi makroekonomi tetap solid. Pertumbuhan ekonomi tercatat stabil, inflasi berada dalam rentang sasaran, dan berbagai program strategis terus berjalan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
"Pertumbuhan PDB tumbuh stabil sebesar 5,6 pada kuartal pertama dengan outlook antara 5,6 berdasarkan laporan sementara APBN. Kemudian inflasi terkendali dengan target proyeksi rata-rata di 2,5 plus minus 1," kata Airlangga.
1. Investasi kuartal II 2026 tembus Rp511,8 Triliun

Airlangga menjelaskan, realisasi investasi pada kuartal II 2026 mencapai Rp511,8 triliun atau sekitar 25 persen dari target investasi nasional tahun ini.
Komposisi investasi dinilai seimbang antara Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
"PMA-nya Rp257,7 triliun, PMDN-nya Rp254,1 triliun," ujar Airlangga.
Dengan tambahan investasi pada kuartal II, total realisasi investasi sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.001 triliun.
"Dan itu hampir 49 persen dari target," katanya.
Pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui berbagai kebijakan, termasuk percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan penguatan sektor industri nasional.
Sepanjang kuartal I 2026, realisasi investasi di KEK tercatat mencapai Rp353,3 triliun. Investasi tersebut turut menciptakan lapangan kerja bagi ratusan ribu masyarakat.
"Untuk kuartal pertama 2026 dan menciptakan lapangan kerja sebesar 266.688 orang," ujar Airlangga.
2. Pemerintah perkuat stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat

Selain mendorong investasi, pemerintah juga menggulirkan berbagai stimulus ekonomi guna menjaga konsumsi domestik sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Program tersebut meliputi diskon transportasi, bantuan pangan, tunjangan hari raya (THR) bagi ASN, TNI, dan Polri, hingga bantuan hari raya untuk pengemudi ojek online.
"Ada diskon transportasi, bantuan pangan, THR untuk ASN TNI Polri, kemudian bantuan hari raya untuk ojol," kata Airlangga.
Pemerintah juga memberikan berbagai insentif lain, seperti insentif pajak bagi penulis, pembebasan bea masuk impor LPG, serta dukungan terhadap program magang dan vokasi.
Total anggaran stimulus ekonomi pada kuartal I 2026 mencapai Rp70 triliun. Sementara pada kuartal II dialokasikan Rp26,34 triliun.
"Total anggaran stimulus di kuartal pertama itu sebesar Rp70 triliun dan di kuartal kedua sebesar Rp26,34 triliun," ujarnya.
Di sisi pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga terus meningkat. Hingga semester I 2026, realisasinya telah mencapai Rp149,38 triliun.
3. Program strategis pemerintah terus berjalan, dari B50 hingga magang nasional

Airlangga juga memaparkan perkembangan sejumlah program ekonomi strategis pemerintah di sektor energi, ketenagakerjaan, dan ekonomi digital.
Dalam upaya mencapai swasembada energi, pemerintah telah menjalankan implementasi program biodiesel B50 sebagai bagian dari transisi energi nasional.
"Dalam program swasembada energi dan SDA, ini transisi energi dan biofuel pemerintah sudah meluncurkan program B50. Jadi B50 sudah berjalan," katanya.
Di sektor kelistrikan, rasio elektrifikasi nasional pada kuartal I 2026 telah mencapai sekitar 99 persen.
Sementara itu, pemerintah memperluas program magang dan vokasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Program magang yang dimulai pada Juli 2026 menargetkan 150 ribu peserta, sedangkan program vokasi menyasar 220 ribu peserta.
"Dan dari program magang itu 60 persen mereka dipekerjakan," ujar Airlangga.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan berbagai program pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.




















