Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP), Said Abdullah, menegaskan posisi PDIP sebagai partai penyeimbang dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, sikap politik PDIP telah diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) partai dan bukan merupakan sikap yang abu-abu. Ia menegaskan, posisi partai sebagai penyeimbang berbeda dengan oposisi yang umum dikenal dalam sistem politik negara-negara Barat.
“Sesuai keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PDI Perjuangan telah memutuskan bahwa PDI Perjuangan berposisi sebagai partai penyeimbang. Sikap ini bukan sikap abu abu. Kita tidak bisa membandingkan dengan negara-negara Barat yang menjalankan sistem oposisi,” tegas Said dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (20/6/2026).
