Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PDIP Klaim Jadi Penyeimbang Pemerintah, Golkar: Apa yang Diseimbangkan?

PDIP Klaim Jadi Penyeimbang Pemerintah, Golkar: Apa yang Diseimbangkan?
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekjen Golkar M. Sarmuji. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
Intinya Sih
Gini Kak
  • Golkar mempertanyakan makna sikap PDIP sebagai penyeimbang pemerintahan Prabowo, meski menghormati keputusan politik partai tersebut.
  • PKB meminta PDIP bersikap tegas menentukan posisi politiknya agar tidak terlihat abu-abu di tengah upaya pemerintah menjalankan program pembangunan.
  • Ganjar Pranowo menegaskan PDIP jelas menjadi penyeimbang pemerintah dan menolak tudingan abu-abu, dengan menekankan kesetiaan pada konstitusi serta keberpihakan pada suara rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji mempertanyakan sikap politik PDIP yang mendefinisikan mereka sebagai penyeimbang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kendati, kata Sarmuji, Golkar menghormati sikap politik PDIP, meskipun tetap mempertanyakan apa yang diseimbangkan oleh partai berlambang kepala banteng moncong putih itu.

"Yang jelas sampai sekarang PDIP tidak masuk di pemerintahan. Kalau praktik penyeimbang itu soal lain. Selama ini entah apa yang diseimbangkan? Nanti rakyat yang menilai," kata Sarmuji kepada jurnalis, Jumat (19/6/2026).

2. Status penyeimbang sudah bisa dibaca

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimhang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Sarmuji mengatakan, beberapa tokoh PDIP memang menegaskan partainya akan memposisikan diri sebagai penyeimbang pemerintah, dan patut dihargai sebagai fatsun politik masing-masing organisasi partai.

Namun, menurut Sarmuji, status penyeimbang ala PDIP tersebut sudah memiliki makna yang luas dalam tatanan politik nasional.

"Istilah penyeimbang saja sebenarnya sudah bisa dibaca bagi yang mau membaca. Tidak perlu memaksa supaya jelas. Kita hormati saja," kata Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

3. PKB minta PDIP tidak bersikap abu-abu

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimhang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. (IDN Times/Amir Faisol)

Wakil Ketua Umum (Waketum) PKB, Jazilul Fawaid, meminta PDIP untuk menunjukkan sikap politik yang lebih tegas terkait posisinya terhadap pemerintahan. Menurut dia, PDIP jangan bersikap abu-abu, apakah berada di jalur oposisi atau mendukung pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Jazilul saat ditanya mengenai keterlibatan politikus PDIP, Andi Widjajanto, dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta.

"Saya harap mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi. Jangan abu-abu. Karena, kami semua sedang berjuang keras untuk mewujudkan apa yang menjadi janji Pak Presiden. Semua program-program sudah ditata," kata Jazilul kepada jurnalis, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut dia, pemerintah tengah fokus menjalankan berbagai program yang telah dirancang untuk memenuhi target pembangunan dan janji kepada masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan dukungan serta kepastian sikap politik dari seluruh pihak, agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal.

"Jadi kami harap posisinya jelas, jangan abu-abu. Kita sedang bergerak agar semua program berjalan sesuai dengan target. Kita tahu, kita semua membutuhkan persatuan, soliditas untuk menjalankan semua program Presiden. Tanpa itu juga gak bisa jalan," ujar Ketua Fraksi PKB itu.

4. Ganjar jawab tudingan sikap politik PDIP abu-abu

PDIP Tegaskan Jadi Penyeimhang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo saat memberikan pembekalan ke ratusan kepala daerah terpilih pada Pilkada 2024. (IDN Times/Amir Faisol)

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, menegaskan sikap politik partainya sangat jelas menjadi penyeimbang pemerintah. Ia menilai PDIP selalu setia pada konstitusi.

Ganjar menyampaikan, PDIP terus berupaya mendengarkan suara yang berkembang di masyarakat. Sebab tantangan sekarang adalah punya nyali untuk mau mendengarkan suara rakyat.

Pernyataan ini disampaikan Ganjar sekaligus menjawab tudingan PKB, yang menyebut sikap politik PDIP terlalu abu-abu. Menurut mantan Gubernur Jawa Tengah itu, justru sikap abu-abu itu jika politik ditentukan oleh kedekatan dengan penguasa atau transaksi jabatan.

"Yang abu-abu justru jika sikap politik ditentukan oleh kedekatan dengan kekuasaan atau transaksi untuk kursi atau jabatan, bukan oleh substansi kebijakan," kata Ganjar saat dihubungi IDN Times, Jumat, 19 Juni 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Related Articles

See More