Jakarta, IDN Times - Ketika membicarakan pertumbuhan ekonomi, perhatian publik sering kali tertuju pada perusahaan besar atau gedung-gedung tinggi di pusat kota. Padahal, roda ekonomi Indonesia banyak bergerak dari aktivitas yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat, yakni pedagang pasar, petani, pelaku usaha rumahan, hingga generasi muda yang mulai membangun bisnisnya sendiri.
Bagi PT Pegadaian, kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bukan sekadar sektor kecil dalam perekonomian. UMKM adalah fondasi yang membuat ekonomi berjalan lebih merata karena hadir hingga tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Director of Network & Operation PT Pegadaian, Eka Pebriansyah, melihat peran UMKM semakin penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Menurut dia, perjalanan panjang Pegadaian selama lebih dari satu abad menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap akses keuangan selalu berubah, tetapi kebutuhan terhadap solusi finansial yang mudah dijangkau tetap menjadi hal utama.
Eka bercerita, sejak bergabung dengan Pegadaian pada 1994, ia menemukan bahwa perusahaan ini tidak hanya berbicara soal bisnis, tetapi juga memberikan manfaat sosial yang nyata. Pengalamannya melihat masyarakat membawa barang berharga untuk mendapatkan dana darurat menjadi salah satu momen yang membuatnya memahami peran Pegadaian bagi masyarakat.
Kala itu, banyak nasabah datang membawa barang rumah tangga hingga aset sederhana untuk memenuhi kebutuhan hidup, pendidikan, maupun menjaga keberlangsungan usaha. Dari sana, Eka melihat bahwa layanan keuangan yang mudah diakses memiliki dampak besar bagi masyarakat.
“Pegadaian ini bukan hanya perusahaan bisnis, tapi banyak manfaat yang dirasakan untuk rakyat kecil,” ujar Eka.
