Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Bekasi Jajaki Teknologi China untuk Atasi Limbah Black Water
ilustrasi saluran air (unsplash.com/Jacob Antony)
  • Pemkot Bekasi menjajaki kerja sama teknologi dengan delegasi Tiongkok untuk menangani isu lingkungan, terutama pengelolaan limbah black water di kawasan perkotaan.

  • Wali Kota Tri Adhianto menekankan PSEL Bantargebang menangani sampah padat, sedangkan black water dari toilet memerlukan sistem pengumpulan dan pengolahan khusus.

  • KADIN Kota Bekasi siap menjembatani komunikasi pemerintah, mitra internasional, dan pelaku usaha lokal untuk memetakan serta menindaklanjuti peluang kemitraan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
13 Oktober 2026

Pemkot Bekasi membahas penjajakan kerja sama teknologi dengan delegasi Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base dan Kamar Dagang Jiangsu Indonesia. Kerja sama itu mencakup pengelolaan limbah black water.

14 Oktober 2026

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan kota terus mencari solusi persoalan lingkungan melalui teknologi dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkot Bekasi menjajaki kerja sama teknologi dengan mitra dari Tiongkok untuk pengelolaan limbah black water dan persoalan lingkungan perkotaan.
  • Who?
    Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, delegasi Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base, Kamar Dagang Jiangsu Indonesia, dan KADIN Kota Bekasi terlibat dalam penjajakan.
  • Where?
    Pembahasan berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Bekasi. Proyek PSEL yang turut disinggung sedang dibangun di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
  • When?
    Delegasi diterima pada Selasa, 13 Oktober 2026. Tri Adhianto menyampaikan keterangan mengenai penjajakan tersebut pada Rabu, 14 Oktober 2026.
  • Why?
    Black water dari toilet mengandung kotoran manusia dan memerlukan sistem pengumpulan serta pengolahan khusus sesuai karakteristik limbah dan infrastruktur perkotaan.
  • How?
    Pemkot Bekasi membuka pertukaran pengetahuan dan penjajakan teknologi, sementara KADIN Kota Bekasi memetakan pelaku usaha lokal serta menjembatani calon mitra internasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Kota Bekasi bertemu tamu dari Tiongkok untuk mencari cara mengolah air kotor dari toilet. Wali Kota Tri Adhianto ingin kota lebih bersih. Bekasi juga sedang membuat tempat sampah jadi listrik di Bantargebang. KADIN Bekasi akan membantu pemerintah, tamu dari Tiongkok, dan usaha lokal bekerja sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemkot Bekasi menunjukkan upaya terarah dalam menghadapi tantangan lingkungan dengan membuka ruang bagi pertukaran pengetahuan dan teknologi. Perhatian pada karakteristik khusus black water, bersamaan dengan pembangunan PSEL, mencerminkan pendekatan yang mempertimbangkan beragam jenis limbah. Peran KADIN juga memberi jalur komunikasi antara pemerintah, mitra internasional, dan pelaku usaha lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Pemerintah Kota Bekasi menjajaki peluang kerja sama teknologi dengan mitra dari Tiongkok, untuk menangani persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan limbah black water yang menjadi salah satu tantangan di kawasan perkotaan.

Penjajakan tersebut dibahas saat Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menerima kunjungan delegasi Beijing Digital Economy Enterprises Overseas Innovation Service Base dan Kamar Dagang Jiangsu Indonesia di Ruang Rapat Wali Kota Bekasi, Selasa (13/10/2026).

Tri mengatakan, pengembangan kota membutuhkan pendekatan berkelanjutan, termasuk dalam penanganan sampah dan limbah.

“Kota Bekasi terus berupaya mencari solusi atas persoalan lingkungan melalui pengembangan teknologi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," kata Tri, Rabu (14/10/2026).

1. Pemkot Bekasi terbuka terhadap pertukaran pengetahuan

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri menyampaikan, Pemkot Bekasi terbuka terhadap pertukaran pengetahuan dan penjajakan teknologi yang dapat membantu menyelesaikan persoalan lingkungan. Salah satunya yakni proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang sedang dibangun di wilayah Kecamatan Bantargebang.

"Pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui PSEL menjadi salah satu langkah penting. Ke depan, kita juga perlu melihat persoalan lingkungan lainnya, termasuk bagaimana pengelolaan limbah cair dapat dilakukan secara lebih baik,” jelas Tri.

2. Pengelolaan Black Water butuh penanganan khusus

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. (IDN Times/Imam Faishal)

Tri menjelaskan, Black water merupakan limbah cair yang umumnya berasal dari toilet dan mengandung kotoran manusia. Limbah ini berbeda dengan sampah padat yang menjadi sasaran program PSEL.

Pengelolaannya, lanjut Tri, membutuhkan sistem pengumpulan dan pengolahan yang sesuai dengan karakteristik limbah serta kondisi infrastruktur perkotaan. Penanganan yang tidak memadai berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

"Penjajakan teknologi dengan mitra dari Tiongkok menjadi salah satu peluang yang dapat dipertimbangkan Pemkot Bekasi untuk mencari pendekatan pengelolaan limbah cair," kata Tri.

Melalui penjajakan ini, lanjut Tri, ia berharap hubungan dengan mitra internasional dapat membuka peluang pertukaran teknologi, pengembangan kapasitas, dan kerja sama usaha yang mendukung pembangunan kota.

3. KADIN Bekasi siap jembatani kerja sama

ilustrasi saluran saluran air bersih (freepik.com/halayalex)

Dalam pertemuan tersebut, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi turut berperan dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah, calon mitra internasional, dan pelaku usaha lokal.

Ketua KADIN Kota Bekasi, Qadar Ruslan Siregar, menyampaikan kesiapan organisasinya untuk membantu memetakan pelaku usaha dan menjajaki kemitraan yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

“KADIN siap membantu mempertemukan calon mitra dengan pelaku usaha lokal agar peluang yang ada dapat ditindaklanjuti secara terarah,” ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article