Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemkot Bogor Kebut Administrasi PSEL Kayumanis
Rapat Pemkot Terkait PSEL Kota Bogor Rabu(22/4/2026). Humas Pemkot Bogor
  • Pemkot Bogor diberi tenggat tujuh minggu untuk menuntaskan seluruh administrasi proyek PSEL Kayumanis agar status prioritas pembangunan tetap terjaga.
  • Pembangunan akses jalan menuju lokasi PSEL ditargetkan rampung akhir Mei 2026 guna mendukung kelancaran groundbreaking dan mobilisasi alat berat.
  • Proyek PSEL Kayumanis menjadi langkah strategis mengakhiri sistem pembuangan sampah terbuka di Bogor mulai Juni 2026 dengan mengubah sampah menjadi energi listrik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
24 April 2026

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor diberi waktu tujuh minggu untuk menuntaskan seluruh persyaratan administrasi proyek PSEL Kayumanis.

akhir Mei 2026

Pembangunan jalan akses menuju lokasi PSEL Kayumanis ditargetkan selesai agar persiapan groundbreaking berjalan lancar.

Juni 2026

Groundbreaking proyek PSEL Kayumanis direncanakan berlangsung, sekaligus menjadi awal penghentian sistem pembuangan sampah terbuka di Galuga dan Kayumanis.

2026

Pemkot Bogor menargetkan berakhirnya era pembuangan sampah terbuka dengan beroperasinya fasilitas PSEL yang mengolah sampah menjadi energi listrik.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Kota Bogor sedang mempercepat penyelesaian administrasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kayumanis agar dapat memenuhi tenggat waktu yang telah ditetapkan.
  • Who?
    Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama jajaran Pemerintah Kota Bogor memimpin percepatan proses administrasi dan pembangunan akses jalan menuju lokasi PSEL Kayumanis.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kawasan Kayumanis, Kota Bogor, Jawa Barat, termasuk area pembangunan akses jalan menuju lahan seluas sekitar 12 hektare untuk fasilitas PSEL.
  • When?
    Tenggat waktu penyelesaian administrasi diberikan selama tujuh minggu sejak pertengahan April 2026, dengan target pembangunan jalan akses selesai pada akhir Mei 2026.
  • Why?
    Percepatan dilakukan agar status prioritas Kota Bogor dalam program nasional pengolahan sampah tetap terjaga serta mendukung penghentian sistem pembuangan terbuka pada tahun 2026.
  • How?
    Pemkot Bogor menuntaskan dokumen kerja sama dan membangun infrastruktur pendukung seperti jalan akses untuk memastikan kesiapan proyek sebelum tahap groundbreaking pada Juni 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Wali Kota Bogor namanya Pak Dedie lagi sibuk banget bikin tempat baru di Kayumanis buat ubah sampah jadi listrik. Katanya mereka cuma punya waktu tujuh minggu buat siapin semua surat dan jalan ke sana. Jalannya mau selesai akhir Mei biar nanti bulan Juni bisa mulai bangun. Nanti kalau sudah jadi, sampah nggak dibuang sembarangan lagi tapi dipakai buat bikin listrik yang berguna.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Upaya Pemerintah Kota Bogor mempercepat penyelesaian administrasi dan pembangunan akses menuju proyek PSEL Kayumanis menunjukkan komitmen kuat terhadap pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan target waktu yang ketat, langkah ini mencerminkan keseriusan Pemkot dalam menyiapkan infrastruktur modern yang tidak hanya mengolah sampah menjadi energi listrik, tetapi juga mengakhiri praktik pembuangan terbuka secara bertahap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bogor, IDN Times - Pemerintah Kota Bogor tengah berpacu dengan waktu untuk menuntaskan segala persyaratan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kayumanis.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan, hasil dari perjanjian kerja sama dalam upaya pembanguan Waste To Energy (WTE), pemda diberi waktu tujuh minggu dalam penyelesaian persyaratan proyek tersebut.

Selain urusan dokumen, kata dia, Pemkot Bogor juga memprioritaskan pembangunan akses jalan menuju PSEL.

"Untuk proyek di Kayumanis, kami diberi waktu 7 minggu dari kemarin untuk merampungkan seluruh proses administrasi yang diperlukan," ujar Dedie dalam keterangannya di Bogor, dikutip Jumat (24/4/2026).

1. Kebut penyelesaian administrasi kurun waktu 7 minggu

Wawancara Terkait Rencana Pembangunan PSEL Kota Bogor. IDN Times/Linna Susanti

Tenggat waktu tujuh minggu yang diberikan Menko Pangan menjadi ujian bagi kelembagaan Pemkot Bogor. Dedie mengatakan, seluruh proses administrasi fasilitas di hilir harus segera diselesaikan agar status prioritas Kota Bogor dalam pembangunan PSEL tetap terjaga.

Dia mengatakan, PSEL Kayumanis diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 ton sampah per hari dengan skema aglomerasi yang mencakup wilayah sekitar.

"Kemarin kami diberikan waktu untuk menyelesaikan seluruh proses administrasi fasilitas tersebut. Untuk proyek di Kayumanis, kami diberi waktu 7 minggu," kata dia.

2. Pembangunan akses jalan target selesai akhir Mei

Ilustrasi pembangunan jalan tani di Kabupaten PPU (IDN Times/Ervan)

Dedie memberikan perhatian khusus pada pembangunan jalan akses menuju lokasi PSEL Kayumanis. Kesiapan jalan ini dinilai sebagai kunci utama agar proses groundbreaking pada Juni 2026 dan mobilisasi alat berat tidak terhambat.

Dengan luas lahan mencapai 12 hektare, aksesibilitas yang mumpuni akan mempermudah percepatan pembangunan fisik fasilitas pengolahan sampah modern tersebut.

"Fokus paling penting saat ini adalah akses menuju lokasi. Insya Allah, pembangunan jalan akses tersebut ditargetkan selesai pada akhir Mei ini," ucap dia.

3. Akhiri era pembuangan sampah terbuka pada 2026

ilustrasi buang sampah (pexels.com/Julio Lopez)

Dedie menjelaskan, proyek PSEL merupakan misi besar untuk menghentikan sistem open dumping atau pembuangan terbuka yang selama ini mencemari lingkungan. Dedie menargetkan, mulai Juni 2026, tidak boleh ada lagi pembuangan sampah secara terbuka di Galuga maupun Kayumanis.

Nantinya, sampah akan diolah menjadi sumber energi listrik, sementara limbah rumah tangga akan dikelola melalui sistem pipanisasi melalui Instalasi Penanganan Air Limbah (IPAL) komunal yang lebih sehat bagi masyarakat.

"Tujuannya agar nanti hanya sampah yang betul-betul residu atau siap olah saja yang dimasukkan ke dalam PSEL ini. Ke depan, hal seperti itu tidak boleh lagi terjadi," ucap dia.

Editorial Team