Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penggerebekan Bandar Narkoba di Kalteng Berujung Maut: 3 Polisi Gugur
Penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng) berujung maut, Rabu (1/7/2026)
  • Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dalam penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kalteng, setelah mendapat perlawanan dari pelaku dan warga setempat.
  • Peristiwa bermula saat tim polisi melakukan penangkapan terhadap target operasi, namun diserang oleh beberapa orang bersenjata parang hingga menimbulkan korban jiwa dan dua anggota sempat hilang.
  • Bareskrim Polri menyatakan belasungkawa serta menegaskan komitmen mengusut tuntas kasus ini dengan membentuk tim gabungan untuk mengejar para pelaku dan meminta dukungan informasi dari masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng), mendapat perlawanan pada Rabu (1/7/2026) pukul 01.00 WIB. Dalam operasi itu, sebanyak tiga polisi gugur.

Ketiga polisi itu adalah Ipda Yudhie dan dua anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana. Sumaryanto dan Nopandri sempat dilaporkan hilang.

“Terdapat korban jiwa dari Satresnarkoba Polres Katingan sebanyak tiga orang,” kata Direktur Tindak Pidana Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, Senin (6/7/2026).

Lalu seperti apa kronologinya?

1. Polisi diserang saat menangkap pelaku

Ilustrasi borgol (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)

Peristiwa ini bermula ketika 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin oleh Kasatresnarkoba AKP Affan Effendi melakukan penyelidikan terkait peredaran narkoba jenis sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Tim dibagi menjadi dua. Tim pertama mendatangi rumah target operasi, sementara tim kedua berjaga di dekat sebuah sekolah menengah pertama (SMP) tak jauh di lokasi.

Saat petugas datang sambil memperkenalkan diri ke rumah tersebut, tim berhasil mengamankan target. Namun, seorang laki-laki tiba-tiba membawa parang dan menyerang polisi, tetapi bisa diamankan saat itu.

2. Keluarga pelaku memprovokasi warga

ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti)

Tak lama kemudian, muncul dua laki-laki yang juga membawa parang dan menyerang ke arah Kasat Narkoba AKP Affan. Melihat hal itu, Aiptu Sumaryanto melepaskan tembakan peringatan, tetapi pelaku tak mengindahkannya hingga petugas kembali melepaskan tembakan.

Keluarga terduga pelaku juga memprovokasi warga hingga terjadi perlawanan terhadap aparat kepolisian. Dalam kejadian tersebut, seorang anggota polisi Aipda Yudhie dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya yakni Bripda Nopandri dan Aipda Sumaryanto dilaporkan hilang.

3. Dua personel Satresnarkoba Polres Katingan ditemukan meninggal dunia

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Jenazah Bripda Nopandri ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah pada Sabtu (4/7/2026) pukul 15.55 WIB. Sementara itu, Aiptu Sumaryanto juga ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei pada Minggu (5/7/3025) pukul 09.30 WIB.

Dirnarkoba Bareskrim, Brigjen Eko menyampaikan belasungkawa atas gugurnya ketiga personel saat menjalankan tugas di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujar Brigjen Eko.

Eko menegaskan, peristiwa yang menimpa ketiga personel Polres Katingan menjadi perhatian serius Bareskrim Polri. Saat ini, tim gabungan masih bekerja untuk mengungkap secara tuntas peristiwa tersebut.

"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," katanya.

Menurutnya, Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan dalam proses penyelidikan serta pengejaran terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ia meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian.

"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," ujarnya.

Bareskrim Polri memastikan akan mengusut kasus tersebut hingga tuntas sebagai bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi anggota Polri yang gugur saat menjalankan tugas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article