Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kemenhut Resmi Luncurkan 4 Proyek Perdagangan Karbon Kehutanan

Kemenhut Resmi Luncurkan 4 Proyek Perdagangan Karbon Kehutanan
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (IDN Times/Irfan Fathurohman)
Intinya Sih
  • Kemenhut meluncurkan skema Non SPE-GRK dan empat proyek perdagangan karbon kehutanan, mencakup tiga PBPH serta satu perhutanan sosial untuk memperluas manfaat ekonomi hijau.
  • Menhut Raja Antoni menegaskan percepatan perdagangan karbon terjadi berkat dukungan dan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong realisasi konkret kebijakan ekonomi hijau nasional.
  • Pemerintah menjalin komunikasi dengan perusahaan global agar Indonesia menjadi pusat perdagangan karbon dunia, sambil menyiapkan sistem pengawasan demi menjaga integritas karbon kehutanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi meluncurkan Persetujuan Menteri Kehutanan tentang penerbitan unit karbon melalui skema Non Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (Non SPE-GRK). Peluncuran ini menandai dimulainya perdagangan karbon kehutanan secara lebih konkret melalui proyek-proyek yang telah siap dipasarkan.

“Kepada yang telah siap nanti diregistrasi dan didagangkan supaya tidak omon-omon saja, jadi bisa langsung ada yang konkret kita dagangkan,” kata Menhut Raja Antoni dalam sambutannya di Kemenhut, Senin (6/7/2026).

1. Terdapat empat proyek

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Anton saat diwawancarai di Kemenhut, Jumat (3/7/2026).
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Anton saat diwawancarai di Kemenhut, Jumat (3/7/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Pada peluncuran tersebut, Kemenhut sekaligus memperkenalkan empat proyek karbon yang siap dijalankan, terdiri atas tiga proyek di kawasan Pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dan satu proyek Perhutanan Sosial (PS).

Perluasan perdagangan karbon kini tidak hanya menyasar kawasan konsesi, tetapi juga mulai diterapkan di kawasan konservasi seperti Way Kambas dan kawasan perhutanan sosial. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah ingin manfaat perdagangan karbon dirasakan lebih luas.

“Semuanya kata Presiden, segala sesuatu asal orientasinya untuk kesejahteraan masyarakat kita eksekusi. Oleh karena itu hari ini kita launching tiga PBPH dan satu perhutanan sosial sebagai simbol keberpihakan kita tidak hanya kepada yang besar tetapi kepada yang kecil juga,” katanya.

2. Percepatan perdagangan karbon hasil kepemimpinan Presiden Prabowo

6FEAEAE1-D1C6-40DB-B0DF-98C005D6F7CA.jpeg
Kementerian Kehutanan dan Emergent Forest Finance Accelerator, Inc. menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menjajaki peluang kerja sama (Dok. Kemenhut)

Menhut menyebut percepatan tersebut merupakan hasil kepemimpinan dan dukungan penuh Presiden Prabowo Subianto terhadap pengembangan ekonomi hijau. Menurutnya, berbagai gagasan yang sebelumnya sulit diwujudkan kini berhasil direalisasikan.

“Semua ini terlaksana tentu karena leadership yang sangat kuat dari Pak Presiden Prabowo Subianto. Yang dulu hanya khayalan sekarang bisa menjadi konkret, yang dulu hanya kemungkinan sekarang jadi mungkin dan terjadi,” ujarnya.

3. Pemerintah telah menjalin komunikasi dengan perusahaan besar

B4ABE095-65DC-4867-B52D-737CA62EAA12.jpeg
Menhut Raja Juli Antoni Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) Roundtable Meeting yang diselenggarakan di London dalam rangkaian London Climate Action Week 2026. (Kemenhut)

Ia mengatakan, pemerintah telah menjalin komunikasi dengan puluhan perusahaan besar dunia yang berharap Indonesia menjadi salah satu pusat perdagangan karbon global, sekaligus menyiapkan sistem pengawasan agar karbon kehutanan Indonesia tetap memiliki integritas tinggi.

“Perdagangan karbon yang berintegritas hanya bisa dilakukan kalau kita melibatkan berbagai stakeholder,” ujar Raja Antoni..

Dalam acara tersebut hadir Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Budi Djiwandono, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi. Selain itu hadir pula duta besar hingga para gubernur.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More