Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka (kiri) sungkem kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (kanan) di Semarang, Senin (3/4/2023) (Dok. Humas Pemprov Jateng)
Pengumuman Gibran sebagai pendamping Prabowo segera memunculkan pertanyaan mengenai status keanggotaannya di PDIP. Pasalnya, Gibran sebelumnya merupakan kader partai tersebut dan masih menjabat sebagai kepala daerah yang diusung PDIP.
Pada 22 Oktober 2023, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan bahwa pencalonan Gibran bersama Prabowo membuatnya secara otomatis keluar dari PDIP. Pernyataan itu memperlihatkan bahwa hubungan politik antara Gibran dan struktur partai di daerah telah mengalami keretakan.
Namun, status keanggotaan Gibran perlu dibedakan dari pengunduran diri formal. Pada 23 Oktober 2023, Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun turut menanggapi situasi tersebut. Sementara itu, Gibran tidak secara gamblang menyatakan bahwa dirinya telah mengundurkan diri dan tidak segera mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) PDIP.
Pada 24 Oktober 2023, Prabowo bahkan menyampaikan harapan agar Gibran tetap menjadi kader PDIP. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan keanggotaan Gibran belum sepenuhnya sederhana, meskipun secara politik ia sudah menjadi calon wakil presiden dari koalisi yang berbeda.
Sehari kemudian, pada 25 Oktober 2023, Prabowo dan Gibran resmi mendaftar ke KPU RI sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. Keduanya datang bersama para pimpinan partai pendukung KIM dan menyerahkan dokumen pencalonan di kantor KPU, Jakarta.
Pendaftaran tersebut menjadi tahap formal yang mengubah deklarasi politik menjadi proses pencalonan dalam penyelenggaraan pemilu. Prabowo-Gibran menjadi pasangan ketiga yang mendaftar setelah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.
Dalam Pilpres 2024, Prabowo-Gibran didukung oleh Koalisi Indonesia Maju. Partai pengusung dari unsur parlemen terdiri atas:
- Partai Gerindra.
- Partai Golkar.
- Partai Demokrat.
- Partai Amanat Nasional (PAN).
Sementara itu, partai pendukung dari luar parlemen meliputi Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur (Prima).
Dukungan sejumlah partai tersebut memperkuat basis politik pasangan Prabowo-Gibran. Koalisi itu juga menggabungkan kekuatan partai-partai pendukung Prabowo dengan dukungan politik yang berkembang di sekitar pemerintahan Jokowi.
Meskipun Gibran berasal dari PDIP, partai yang mengusung Ganjar sebagai capres, pencalonannya bersama Prabowo memperlihatkan bahwa dinamika koalisi pada Pilpres 2024 tidak sepenuhnya mengikuti garis loyalitas partai sebelumnya.
Setelah KPU menetapkan pasangan calon yang memenuhi persyaratan, pengundian nomor urut dilaksanakan pada 14 November 2023. Prabowo-Gibran memperoleh nomor urut 2, sedangkan Anies-Muhaimin mendapatkan nomor urut 1 dan Ganjar-Mahfud memperoleh nomor urut 3.
Sejak saat itu, Prabowo-Gibran memasuki tahapan kampanye sebagai pasangan resmi peserta Pilpres 2024. Kampanye berlangsung pada 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, disusul masa tenang sebelum pemungutan suara pada 14 Februari 2024.
Pencalonan Gibran menjadi salah satu isu utama selama tahapan tersebut. Selain rekam jejaknya sebagai wali kota, perhatian publik juga tertuju pada hubungan politiknya dengan Jokowi, perpecahan dengan PDIP, dan kontroversi putusan MK mengenai batas usia capres-cawapres.
Dalam konteks itu, Gibran tidak hanya diposisikan sebagai pendamping Prabowo, tetapi juga sebagai figur yang membawa simbol kesinambungan dengan pemerintahan Jokowi. Bagi pendukungnya, hal tersebut menjadi nilai tambah dalam menawarkan keberlanjutan program pemerintah. Sebaliknya, para pengkritik menyoroti persoalan dinasti politik dan independensi institusi negara.