ilustrasi mahasiswa (pexels.com/Yan Krukau)
Selain debat, PGTC 2026 menghadirkan Energynovation Ideas Competition (EIC). Kompetisi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan dan mempresentasikan gagasan serta inovasi di bidang energi.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengapresiasi mahasiswa yang ikut memberikan ide untuk menjawab tantangan ketahanan energi masa depan.
"Adik-adik dilatih berpikir kritis, membangun argumen berbasis bukti, sekaligus berani menguji gagasan di hadapan publik. Melalui EIC, adik-adik ditantang melangkah lebih jauh, tidak hanya memahami persoalan energi, tetapi ikut menawarkan solusi. Inilah makna sebenarnya dari Dikti Saintek Berdampak atau Kampus Berdampak, bergeser dari sekadar menghasilkan keluaran menuju menghasilkan dampak," ujar Khairul Munadi.
Ia menambahkan, tantangan sektor energi perlu dilihat dari berbagai sisi, mulai dari teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga keberlanjutan.
“Pesan saya, jangan berhenti pada kompetisi. Kompetisi hanyalah ruang eksplorasi. Dekatkan ilmu dengan persoalan nyata dan mulailah berkontribusi hari ini," tambahnya.
Pada acara penutupan, para tamu juga berkesempatan melihat booth Pertamina Group serta booth karya para finalis EIC. Kehadiran booth tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya dan gagasan yang mereka kembangkan.