Pertamina Patra Niaga Antisipasi Intervensi Pengadaan Energi

Pertamina Patra Niaga memperkuat pengawasan pengadaan minyak mentah, BBM, LPG, dan distribusi energi nasional.
Perusahaan berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, KPK, dan Kepolisian untuk menjaga proses sesuai aturan.
Stok BBM nasional disebut selalu berada di atas standar minimum nasional selama 20 hari.
Jakarta, IDN Times - Pertamina Patra Niaga memperkuat pengawasan dalam proses pengadaan dan distribusi energi untuk menjaga ketahanan energi nasional. Langkah itu mencakup pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG hingga pendistribusiannya ke berbagai wilayah Indonesia.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan perusahaan merupakan Subholding Downstream di bawah PT Pertamina (Persero) selaku Holding Migas yang menjalankan penyediaan dan distribusi energi secara nasional.
“Dalam melaksanakan proses bisnisnya, baik secara operasional maupun dalam proses pengadaan, Pertamina Patra Niaga menjunjung tinggi Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas, Independensi, dan Fairness (TARIF) untuk memastikan tidak adanya pelanggaran code of conduct ataupun adanya conflict of interest," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).
1. Libatkan Kejagung, KPK dan kepolisian

Pertamina Patra Niaga Sanksi SPBU di Subang karena Pelanggaran Penyaluran Biosolar. (Dok/Istimewa). Roberth mengatakan, perusahaan mengantisipasi gangguan dan intervensi dari pihak tertentu dalam proses pengadaan dan distribusi energi. Pihaknya mengambil sejumlah langkah untuk mencegah tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab dalam proses pengadaan minyak mentah, BBM, dan LPG, termasuk distribusinya.
Perusahaan juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Kepolisian. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengadaan dan distribusi berjalan transparan, akuntabel, berintegritas, serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
"Pertamina Patra Niaga mengambil langkah-langkah strategis dan antisipatif dalam rangka mengeliminir adanya tindakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," ujar dia.
2. Buka kerja sama pengadaan

Mobil tangki sedang mengisi BBM di Terminal BBM. (dok. Pertamina Patra Niaga) Pertamina Patra Niaga tetap membuka kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam bentuk kemitraan maupun sebagai penyedia barang dan jasa. Kerja sama tersebut harus mengikuti pedoman dan aturan yang berlaku di perusahaan.
Pertamina Patra Niaga juga meminta masyarakat yang mengetahui adanya informasi terkait gangguan atau intervensi terhadap perusahaan untuk melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135.
3. Bahlil pastikan stok BBM aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026). (IDN Times/Trio Hamdani) Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan stok BBM nasional selalu berada di atas standar minimum 20 hari. Menurutnya, batas tersebut menjadi standar minimum nasional untuk menjaga ketersediaan BBM.
Bahlil juga mengingatkan agar informasi mengenai kondisi stok BBM disampaikan secara benar dan tidak menimbulkan informasi yang tidak jelas. Menurutnya, dalam kondisi seperti sekarang, pemerintah perlu memikirkan cara memastikan kebutuhan energi domestik setiap negara tetap terpenuhi.
"Saya akan selalu mengumumkan bahwa stok BBM kita itu selalu di atas standar minimum nasional 20 hari. Memang standar minimum nasional kita seperti itu," kata Bahlil dalam acara Universitas Hasanuddin di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (14/9/2026).
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















