Darmin Nasution dalam acara bedah buku “Kesaksian 60 Tahun Berkarya: Jejak Langkah Indonesia 1945-2026" di IDN Headquarter, Rabu (1/7/2026). (dok. IDN Times/Zahira Hilman)
Dalam kesempatan itu, mantan Menko Perekonomian dan juga mantan Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution turut menanggapi paparan yang disampaikan Peter.
Darmin mengatakan, tantangan ekonomi Indonesia saat ini bukan hanya soal instrumen kebijakan, tetapi juga konsistensi dalam implementasinya.
Ia mencontohkan metode benchmarking yang digunakan Internal Revenue Service (IRS) di Amerika Serikat untuk mengawasi pelaporan perusahaan.
“Mereka punya satu instrumen yang menurut saya bukan barang yang sulit untuk dikerjakan, tapi memang perlu konsistensi. Apa itu? Metodenya itu namanya benchmarking,” kata Darmin.
Menurut Darmin, metode tersebut memungkinkan pemerintah membandingkan produksi, biaya, hingga gross profit perusahaan berdasarkan benchmark industri.
Karena itu, Darmin menilai metode tersebut sebenarnya dapat membantu pemerintah untuk mendeteksi anomali dalam pelaporan perusahaan, akan tetapi implementasinya membutuhkan konsistensi dan basis data yang kuat.