Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PIEP Relokasi Pekerja Demi Utamakan Keselamatan Perwira Pertamina
PIEP Relokasi Pekerja untuk Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik (dok. Pertamina)
  • PIEP sukses merelokasi 19 perwira dari Basra dan Dubai ke Jakarta dalam waktu 14 hari, meski menghadapi tantangan penutupan bandara internasional di beberapa negara.

  • Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi aktifkan Emergency Response Team setelah serangan di Timur Tengah, berkoordinasi dengan KBRI dan Kemlu RI untuk memastikan keamanan seluruh personel.

  • Proses evakuasi cepat PIEP diapresiasi diaspora migas; perusahaan juga menjaga komunikasi intensif dengan keluarga perwira melalui hotline 24 jam demi transparansi dan ketenangan mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) melakukan relokasi 19 perwira dari wilayah operasi di Basra, Irak dan Dubai, Uni Emirat Arab ke Jakarta demi memastikan keselamatan pekerja.
  • Who?
    Perwira PIEP dan Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP), dengan dukungan Pertamina Holding, Subholding Upstream, Kementerian Luar Negeri, serta KBRI di beberapa negara Timur Tengah.
  • Where?
    Proses evakuasi dilakukan dari Basra, Irak melalui Safwan menuju Kuwait, kemudian ke Dammam dan Jeddah di Arab Saudi sebelum tiba di Jakarta, Indonesia.
  • When?
    Evakuasi berlangsung selama sekitar 14 hari. Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026 dan sisanya pada 11 Maret 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang berdampak pada situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
  • How?
    PIREP mengaktifkan Emergency Response Team (ERT), memantau situasi secara real-time, berkoordinasi dengan otoritas diplomatik, serta menjalankan prosedur HSSE dan Business Continuity Plan secara disiplin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil merelokasi 11 (sebelas) perwira yang bekerja di Basra, Irak dan 8 (delapan) yang berada di Dubai, UAE. Proses evakuasi dari Basra, Irak ke Jakarta membutuhkan waktu setidaknya 14 hari. Waktu yang panjang dibutuhkan karena adanya penutupan sejumlah bandara internasional, seperti di Kuwait City, Dubai dan Doha. 

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi mengatakan, “Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak. Alhamdulillah karena koordinasi yang sangat baik dari PIEP, PHE, Pertamina dan dukungan Kementerian Luar Negeri serta KBRI di sejumlah negara, teman-teman bisa pulang dengan selamat.”

1. Keselamatan Perwira merupakan prioritas utama perusahaan

PIEP Relokasi Pekerja untuk Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik (dok. Pertamina)

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha menegaskan bahwa keselamatan Perwira merupakan prioritas utama perusahaan. PIEP menjalankan seluruh prosedur HSSE serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, dan otoritas terkait. “Kami juga terus memonitor situasi secara real-time guna memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel.”

Ia menegaskan, untuk melakukan asesmen contingency plan rute evakuasi, sehingga bila ada penutupan air space akan memudahkan proses evakuasi ke depan. 

2. Koordinasi dengan KBRI Baghdad, Kuwait City, Riyadh, dan Abu Dhabi

PIEP Relokasi Pekerja untuk Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik (dok. Pertamina)

Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP secara paralel juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna memonitor perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra, Irak menuju perbatasan di Safwan dan masuk ke negara Kuwait, dilanjutkan menuju Dammam, Saudi Arabia. 

Setelahnya seluruh personel menempuh perjalanan udara dari Dammam menuju Jeddah dan dilanjutkan ke Indonesia. Sebagian personel tiba di Jakarta tanggal 10 Maret 2026, sedangkan sisanya baru tiba tanggal 11 Maret 2026.

3. Proses evakuasi Tim Pertamina cepat dan sigap

PIEP Relokasi Pekerja untuk Keselamatan Perwira di tengah Eskalasi Geopolitik (dok. Pertamina)

Proses evakuasi Tim Pertamina yang cepat dan sigap ini juga diapresiasi oleh para diaspora yang bekerja untuk oil company lain. Di mana sangat terlihat Pertamina sangat mengutamakan Keselamatan pekerjanya. Selain memastikan keselamatan personel, PIEP juga menghubungi keluarga seluruh Perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung, sekaligus menyediakan saluran komunikasi hotline 24 jam guna memastikan keluarga memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan. (WEB)

Editorial Team