Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dukung Pertumbuhan Data Center di RI, PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan

3 min read
Dukung Pertumbuhan Data Center di RI, PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan
Tampak udara Gardu Induk 150 kilovolt (kV) Margakarya di kawasan Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat, yang menjadi bagian dari infrastruktur kelistrikan untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data (data center). (Dok. PLN)
  • PLN memperkuat infrastruktur kelistrikan untuk mendukung pertumbuhan data center yang didorong AI dan transformasi digital, dengan fokus pada kapasitas, keandalan, kualitas daya, serta energi bersih.

  • PLN melayani 159 pelanggan data center berkapasitas tersambung 2.038 MVA dan konsumsi 2.378 GWh; sekitar 99 persen kapasitas terkonsentrasi di Jawa-Madura-Bali.

  • Ekspansi data center ke Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi mendorong PLN menerapkan koordinasi sejak awal demi menjaga pasokan, keterjangkauan harga, dan stabilitas sistem.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - PT PLN (Persero) terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan sektor pusat data (data center) di Indonesia. Seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan transformasi digital, sektor data center kini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pertumbuhan data center membutuhkan dukungan kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik, terutama dari sisi kapasitas, keandalan, kualitas daya hingga pemanfaatan energi bersih. Kondisi tersebut mendorong PLN untuk menyiapkan infrastruktur dan layanan yang selaras dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital. PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Darmawan.

  1. 1. PLN saat ini melayani 159 pelanggan data center

    e6c090df-28a7-4976-8fc9-7ad2c19d0384.jpeg
    Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati saat menyampaikan paparan pada sesi diskusi Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9). Masifnya pertumbuhan sektor _data center_ mendorong PLN untuk terus memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan. Saat ini, PLN melayani 159 pelanggan _data center_ dengan total kapasitas tersambung mencapai 2.038 MVA. (Dok. PLN)

    Dalam sesi diskusi pada gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9), Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, menyampaikan bahwa PLN saat ini melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung 2.038 megavolt ampere (MVA).

    Sekitar 99 persen kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dengan Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar.

  2. 2. Perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan diperkirakan terus meningkat

    308afdbb-5a25-4cca-b80b-218b48868dde.jpeg
    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), saat mengunjungi booth PLN Icon Plus dalam gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (22/9). Dalam kesempatan tersebut, Darmawan menjelaskan pemanfaatan teknologi robotik sebagai bagian dari inovasi digital yang dikembangkan untuk mendukung transformasi di sektor energi.

    Namun, pengembangan data center mulai merambah ke luar wilayah tersebut, termasuk Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Seiring perluasan tersebut, kebutuhan pasokan listrik dari sektor teknologi diperkirakan terus meningkat, sehingga diperlukan perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan yang selaras dengan karakteristik kebutuhan di masing-masing wilayah.

    Saat ini, pelanggan data center tersebut mencatat konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh).

    “Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing , layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” ungkap Dini.

  3. 3. Tantangan terbesar PLN

    WhatsApp Image 2026-04-01 at 1.50.25 PM.jpeg
    Gedung PLN. (Dok. PLN)

    Lebih jauh, ia menambahkan bahwa tantangan terbesar PLN adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan dengan keandalan, keterjangkauan harga, serta stabilitas sistem dalam jangka panjang.

    Pengembangan pembangkit dan jaringan perlu direncanakan secara terintegrasi dan dilakukan sejak awal agar dapat mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center. Untuk itu, PLN mendorong pendekatan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal pengembangannya.

    “Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaan komitmen pusat data harus menjadi proses perencanaan bersama,” pungkasnya. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More