Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PMI Keliling Sebarkan Informasi RS Lapangan bagi Korban Gempa di Manggarai NTT
PMI bantu sebarluaskan informasi RS Lapangan di NTT. (Dok. PMI)
  • PMI Manggarai dan Pemerintah Kecamatan Reok menyebarkan informasi RS Lapangan Barang Kolong ke pengungsian agar korban gempa NTT mengetahui akses layanan kesehatan.
  • Penyebaran dilakukan karena sejumlah fasilitas kesehatan terdampak gempa belum beroperasi penuh, sementara beberapa titik pengungsian belum memiliki layanan kesehatan langsung.
  • RS Lapangan Barang Kolong beroperasi 24 jam dengan dukungan tenaga medis, obat, peralatan, ambulans, dan oksigen; PMI juga mengidentifikasi pengungsian lain yang membutuhkan akses kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
PMI dan pemerintah Reok memberi tahu pengungsi gempa di Manggarai tentang rumah sakit tenda di Barang Kolong. Banyak tempat berobat rusak atau belum buka penuh. Relawan memakai pengeras suara dan mobil. Rumah sakit tenda buka 24 jam. Ada dokter, obat, ambulans, dan oksigen untuk orang yang sakit atau terluka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai bersama Pemerintah Kecamatan Reok menyebarkan informasi Rumah Sakit (RS) Lapangan yang beroperasi di lokasi pengungsian Barang Kolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Informasi ini disebarluaskan ke sejumlah lokasi pengungsian untuk memastikan masyarakat terdampak gempa bumi mengetahui keberadaan dan akses layanan kesehatan tersebut.

1. Kenapa informasi ini disebarluaskan?

PMI bantu sebarluaskan informasi RS Lapangan di NTT. (Dok. PMI)

Penyebaran informasi tersebut dikarenakan banyak fasilitas kesehatan yang terdampak gempa dan belum beroperasi sepenuhnya. Selain itu, masih adanya sejumlah titik pengungsian yang belum memiliki fasilitas pelayanan kesehatan secara langsung.

Relawan PMI bersama SIBAT menyampaikan informasi menggunakan megaphone dengan kendaraan dinas Kecamatan Reok, sekaligus mengarahkan masyarakat yang mengalami luka-luka maupun membutuhkan pengobatan untuk mendapatkan layanan di RS Lapangan Barang Kolong.

“Informasi saat ini menjadi salah satu bantuan yang sangat diharapkan masyarakat. Di tengah situasi darurat, masyarakat perlu mengetahui ke mana mereka harus mendapatkan pertolongan," ujar Bagian Divisi Pelayanan PMI NTT, Adrian Jeharunm dalam keterangannya

2. PMI pastikan informasi sampai ke masyarakat

PMI bantu sebarluaskan informasi RS Lapangan di NTT. (Dok. PMI)

Informasi disebarkan ke sejumlah titik pengungsian, antara lain empat titik pengungsian di Kerukuak, Kelurahan Wangkung, enam tenda pengungsian di Desa Salama, Kota Reo, serta tiga tenda pengungsian di Kedutul, Kelurahan Mata Air.

"Karena itu, informasi mengenai keberadaan RS Lapangan tentu sangat dinantikan oleh masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, dan PMI membantu memastikan informasi tersebut sampai ke lokasi-lokasi pengungsian,” ujar Adrian.

3. PMI identifikasi lokasi pengungsian yang butuh akses kesehatan

PMI bantu sebarluaskan informasi RS Lapangan di NTT. (Dok. PMI)

PMI bersama pemerintah setempat juga terus mengidentifikasi lokasi pengungsian lainnya yang membutuhkan informasi dan akses layanan kesehatan. RS Lapangan Barang Kolong mulai beroperasi sejak Sabtu (15/8/2026) dan melayani masyarakat selama 24 jam.

Layanan tersebut didukung tenaga medis dari RS Pratama Reo, Puskesmas Reo, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, serta tenaga kesehatan yang berada di Kecamatan Reok.

RS Lapangan dilengkapi dengan tenda pelayanan, tenaga medis, obat-obatan dan peralatan medis, sekitar enam unit ambulans, serta tabung oksigen untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa yang membutuhkan pertolongan medis.

Untuk masyarakat terdampak gempa di Kecamatan Reok yang membutuhkan layanan kesehatan, RS Lapangan yang saat ini beroperasi berada di lokasi pengungsian Barang Kolong dan dapat diakses selama 24 jam.

Editorial Team

Related Article