Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polda Metro Umumkan Hasil Ekshumasi Sutrimo 30 September
Klinik Mordent di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Polda Metro Jaya akan mengumumkan hasil ekshumasi jasad Sutrimo pada 30 September 2026.

  • Ekshumasi mencakup pemeriksaan forensik dan pengambilan sampel organ dalam serta swab tenggorokan.

  • Pemeriksaan laboratorium meliputi histopatologi, toksikologi, dan DNA, dengan pembusukan jenazah menjadi kendala autopsi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa hasil pemeriksaan yang paling ingin kamu ketahui?
Vote Now
23 Juli 2026

Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

12 Agustus 2026

Tahapan ekshumasi dimulai dengan pembongkaran makam Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah.

Rabu, 2 September 2026

Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti menyebut pembusukan menjadi kendala dalam autopsi.

Senin (28/9/2026)

Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa hasil ekshumasi akan diumumkan pada Rabu.

Rabu, (30/9/2026)

Polda Metro Jaya dijadwalkan mengumumkan hasil ekshumasi terhadap jasad Sutrimo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa hasil pemeriksaan yang paling ingin kamu ketahui?
Vote Now
  • What?
    Polda Metro Jaya akan mengumumkan hasil ekshumasi terhadap jasad Sutrimo.
  • Who?
    Sutrimo, Polda Metro Jaya, tim dokter forensik, dan Pusdokkes Polri terlibat dalam proses pemeriksaan.
  • Where?
    Sutrimo ditemukan di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pembongkaran makam dilakukan di Banyumas, Jawa Tengah.
  • When?
    Pengumuman dijadwalkan pada Rabu, 30 September 2026. Sutrimo ditemukan meninggal pada 23 Juli 2026.
  • Why?
    Pemeriksaan dilakukan untuk melihat perubahan jaringan, kandungan racun, dan DNA guna memastikan penyebab kematian.
  • How?
    Prosesnya melalui pembongkaran makam, pemeriksaan bagian luar tubuh, pengambilan sampel, serta pemeriksaan histopatologi, toksikologi, dan DNA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa hasil pemeriksaan yang paling ingin kamu ketahui?
Vote Now

Polisi akan mengumumkan hasil pemeriksaan jasad Sutrimo pada Rabu, 30 September 2026. Sutrimo ditemukan meninggal di Jakarta Selatan. Makamnya dibongkar di Banyumas, lalu dokter mengambil sampel tubuh. Sampel itu diperiksa untuk mencari penyebab kematian. Pemeriksaan berlangsung lama karena kondisi jasad sudah membusuk. Hasilnya akan diumumkan setelah pemeriksaan laboratorium selesai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa hasil pemeriksaan yang paling ingin kamu ketahui?
Vote Now

Proses ekshumasi Sutrimo mencakup beberapa pemeriksaan laboratorium, mulai dari histopatologi, toksikologi, hingga DNA. Tahapan tersebut menunjukkan adanya pemeriksaan berlapis terhadap sampel tubuh, sementara dokter forensik juga mencatat kondisi jasad dan kendala pembusukan selama proses autopsi berlangsung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apa hasil pemeriksaan yang paling ingin kamu ketahui?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Polda Metro Jaya akan mengumumkan hasil ekshumasi terhadap jasad Sutrimo pada Rabu, 30 September 2026. Sutrimo merupakan salah satu pekerja di rumah eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah.

Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026.

“Infonya Rabu (diumumkan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat dihubungi, Senin (28/9/2026).

Adapun tahapan ekshumasi dimulai dengan pembongkaran makam pada 12 Agustus 2026 di Banyumas, Jawa Tengah.

Dokter forensik kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan bagian luar tubuh yang sudah mulai membusuk itu. Saat itu, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jasad Sutrimo.

Pemeriksaan pun dilanjutkan dengan mengambil puluhan sampel dari tubuh Sutrimo, termasuk organ dalam dan swab di tenggorokan.

Ketua Tim Dokter Forensik Prof. Ahmad Yudianto mengatakan, terdapat sejumlah pemeriksaan laboratorium yang dilakukan.

Adapun pemeriksaan laboratorium mencakup histopatologi, yakni analisis jaringan tubuh untuk melihat perubahan sel, toksikologi untuk melihat kandungan racun, dan DNA untuk memastikan penyebab kematiannya.

Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan, lamanya proses autopsi dikarenakan kondisi pembusukan jenazah. Hal ini tak dipungkiri menjadi tantangan saat memeriksa jenazah.

“Karena pembusukan (jadi kendala dalam autopsi),” kata Sumy saat dihubungi pada Rabu, 2 September 2026.

Sampaikan pilihanmu

Apa hasil pemeriksaan yang paling ingin kamu ketahui?

See More

Curated For You

Editorial Team

Related Article