45 Hari Hasil Ekshumasi Sutrimo Tak Kunjung Dipublikasi, Ada Apa?

Hasil ekshumasi Sutrimo disebut sudah keluar, tetapi masih dikoordinasikan penyidik dengan tim dokter forensik.
Proses pemeriksaan menghadapi kendala pembusukan jenazah yang memengaruhi autopsi.
Budi Hermanto menyebut hasil ekshumasi bakal diumumkan pada pekan depan.
Jakarta, IDN Times - Hasil ekshumasi jenazah Sutrimo, pria yang bekerja di rumah eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah tak kunjung dipublikasi setelah 45 hari sejak ekshumasi dilakukan hingga hari ini (25/9/2026).
Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan, lamanya proses autopsi dikarenakan kondisi pembusukan jenazah. Hal ini tak dipungkiri menjadi tantangan saat memeriksa jenazah.
“Karena pembusukan (jadi kendala dalam autopsi),” kata Sumy saat dihubungi pada Rabu, 2 September 2026.
1. Polda Metro sebut hasil ekshumasi Sutrimo sudah keluar

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mia Amalia) Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan hasil ekshumasi Sutrimo sudah keluar. Namun, sedang dikoordinasikan penyidik dengan tim dokter forensik yang menangani ekshumasi.
"Untuk hasil, sejauh ini sudah keluar dan sudah dikordinasikan dari penyidik kepada tim dokter forensik medikolegal yang menangani pada saat pelaksanaan ekshumasi ini," kata Budi di Jakarta Utara, Rabu (16/9/2026).
2. Hasil ekshumasi Sutrimo bakal diumumkan pekan depan

Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Budi Hermanto. (Dok.Polda Metro Jaya) Saat ditanya lagi soal kapan hasil ekshumasi Sutrimo, Budi menyebut akan diumumkan pada pekan depan.
“Minggu depan,” kata Budi saat dihubungi, Jumat (25/9/2026).
3. Ekshumasi Sutrimo dilakukan pada 12 Agustus

Ilustrasi jenazah (IDN Times/Mardya Shakti) Ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo dilakukan pada 12 Agustus 2026 di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.
Sebelumnya, Puslabfor Polri melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah sampel yang diambil saat proses ekshumasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan hasil uji laboratorium dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Keluarga Sutrimo juga telah mengajukan permohonan SP2HP untuk mengetahui perkembangan penyelidikan, termasuk hasil ekshumasi yang sebelumnya belum diterima.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















