Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polri Gagalkan Penyelundupan HP dan Bawang, DPR: Kejar Sampai Akar!
Waketum Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi pemeriksaan Eks Menkominfo Budi Arie Setiadi oleh Bareskrim Polri. (IDN Times/Amir Faisol)
  • Satgas Penegakan Hukum Penyelundupan Polri berhasil menggagalkan penyelundupan HP, bawang, dan pakaian bekas senilai hampir Rp1 triliun hanya empat hari setelah instruksi Presiden Prabowo.
  • Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi langkah cepat Polri serta menegaskan dukungan penuh agar kasus penyelundupan ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya.
  • Presiden Prabowo memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri Keuangan untuk menghentikan praktik penyelundupan yang menyebabkan kebocoran keuangan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
10 April 2026

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Menteri Keuangan untuk menghentikan praktik penyelundupan. Instruksi ini disampaikan di Kejaksaan Agung RI.

29 Juni 2026

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyampaikan apresiasi kepada Polri atas pembongkaran penyelundupan handphone bekas, bawang, dan pakaian impor senilai hampir Rp1 triliun. Ia menegaskan dukungan penuh DPR terhadap langkah tegas Polri dalam memberantas penyelundupan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Polri melalui Satgas Penegakan Hukum Penyelundupan menggagalkan upaya penyelundupan handphone bekas, bawang, cabai kering, dan pakaian impor dengan nilai total hampir Rp1 triliun.
  • Who?
    Satgas Gakkum Penyelundupan Polri di bawah pimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, didukung Komisi III DPR RI yang diketuai Habiburokhman serta menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto.
  • Where?
    Kegiatan pengungkapan dilakukan di wilayah Indonesia, dengan barang-barang selundupan berasal dari China, India, Belanda, dan Korea Selatan.
  • When?
    Pengungkapan terjadi empat hari setelah instruksi Presiden Prabowo pada 10 April 2026; pernyataan resmi disampaikan Senin, 29 Juni 2026.
  • Why?
    Tindakan ini dilakukan untuk menindaklanjuti perintah Presiden dalam memberantas penyelundupan yang merugikan keuangan negara dan mengganggu stabilitas ekonomi nasional.
  • How?
    Satgas bertindak cepat dengan operasi penegakan hukum terhadap jaringan penyelundupan lintas negara, menyita ribuan unit HP dan puluhan ton komoditas ilegal bernilai ratusan miliar rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Polisi menemukan orang yang sembunyi-sembunyi bawa banyak handphone bekas, bawang, dan baju dari luar negeri. Barangnya banyak sekali sampai mahal banget. Presiden Prabowo suruh polisi dan tentara hentikan penyelundupan itu. Polisi cepat kerja dan berhasil tangkapnya. Orang DPR bilang terima kasih dan minta semua terus cari siapa yang salah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Keberhasilan Polri menggagalkan penyelundupan barang senilai hampir Rp1 triliun menunjukkan efektivitas koordinasi antarlembaga dan respons cepat terhadap instruksi Presiden. Dalam waktu singkat, Satgas Penegakan Hukum mampu menindak tegas pelaku, sekaligus memperlihatkan komitmen nyata aparat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional serta penegakan hukum yang transparan dan tegas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum Penyeludupan Polri membongkar praktik penyelundupan handphone bekas, bawang, hingga baju bekas senilai hampir Rp1 triliun.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman berharap kasus ini diungkap tuntas sampai ke akarnya.

"Komisi III DPR RI selaku mitra kerja Polri akan terus mendukung penuh langkah tegas tanpa kompromi seperti ini. Kami berharap momentum ini terus dijaga, dikejar sampai ke akar-akarnya, dan tidak kendor," kata Habiburokhman dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6/2026).

1. Satgas Lundup bongkar ekspor HP bekas ilegal 4 hari setelah instruksi

Korps Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menggeledah empat lokasi terkait kasus dugaan korupsi dalam importasi handphone bekas ilegal oleh PT TSL pada Rabu (24/6/2025). (Dok. Kortas Tipikor Polri)

Habiburokhman memuji langkah cepat Satgas Penegakan Hukum Penyeludupan Polri yang menindaklanjuti perintah Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperketat pemberantasan penyelundupan dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Dia mengatakan, hanya dalam waktu empat hari setelah instruksi keluar, Satgas yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan kinerja yang luar biasa nyata dan berdampak besar bagi stabilitas ekonomi nasional.

"Saya selaku Ketua Komisi III DPR RI memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan acungan jempol kepada Polri, khususnya Satgas Gakkum Penyelundupan, atas respons yang sangat cepat, taktis, dan progresif dalam menindaklanjuti perintah Bapak Presiden RI untuk memberantas segala bentuk penyelundupan di tanah air," kata Habiburrahman.

2. Komisi III ucap terima kasih ke Kapolri

Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana penyelundupan berupa impor ilegal komoditas pangan di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. (Dok. Bareskrim)

Habiburokhman mengatakan, Polri berhasil membongkar kasus-kasus penyelundupan seperti 57 ribu unit handphone asal China, bawang putih, bawang merah, dan cabai kering asal China, India, dan Belanda seberat 25 ton hingga pakaian bekas impor asal Korea Selatan senilai Rp669 miliar.

"Terima kasih kepada Kapolri beserta seluruh jajaran Satgas Gakkum Penyelundupan. Teruslah bekerja demi melindungi hukum, masyarakat, dan perekonomian bangsa," ujar dia.

3. Probowo perintahkan aparat untuk mengatasi aksi penyelundupan

Polda Metro Jaya menyita 439 koli pakaian bekas impor atau ballpres ilegal (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri, Panglima TNI, hingga Menteri Keuangan untuk mengatasi aksi-aksi penyelundupan.

Prabowo menegaskan, saat ini masih ada pekerjaan rumah besar yang masih belum terselesaikan. Salah satunya, kata dia, terkait kebocoran keuangan negara akibat praktik penyelundupan.

Oleh karena itu, dia memberikan tugas khusus kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa untuk menghentikan penyelundupan.

"Panglima TNI, Kapolri, Menteri Keuangan anda punya lembaga-lembaga yang tugasnya untuk menghentikan penyelundupan. Gunakan segala wewenang yang ada pada anda untuk menegakkan itu," ujar dia di Kejaksaan Agung RI, Jumat (10/4/2026).

Editorial Team

Related Article