CEK FAKTA: Pesawat Militer AS Berputar di Langit Sumbar

- TNI AU membenarkan pesawat militer AS jenis Lockheed C-130T Hercules sempat melintas di perairan Padang pada 1 Juni 2026 setelah sebelumnya mendarat darurat di Bandara Internasional Minangkabau.
- Pendaratan dan penerbangan pesawat dilakukan sesuai prosedur, memiliki izin lengkap, serta tidak ditemukan pelanggaran aturan penerbangan maupun aktivitas mencurigakan selama berada di wilayah Indonesia.
- Mabes TNI AU menegaskan keberadaan pesawat AS di Padang murni karena kerusakan mesin, sementara proposal akses udara penuh dari Amerika Serikat belum disetujui pemerintah Indonesia.
Jakarta, IDN Times - Viral di media sosial informasi mengenai sebuah pesawat militer Lockheed C-130T Hercules milik Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat dengan call sign CONDOR5 terdeteksi melakukan penerbangan di wilayah perairan barat Padang, Sumatra Barat pada Senin, 1 Juni 2026 lalu.
Informasi ini menjadi perbincangan luas lantaran satu bulan sebelumnya ramai diberitakan Negeri Paman Sam mengajukan proposal akses penuh untuk melintasi wilayah udara Indonesia dengan pemberian satu kali notifikasi atau disebut blanket overflight access. Publik sempat mengira pesawat milik militer AS yang terdeteksi berada di wilayah udara Indonesia merupakan implementasi dari proposal tersebut.
"Pesawat militer Amerika Serikat terpantau melintas di perairan barat kota Padang." Itu judul salah satu unggahan di akun media sosial @info.minang dan sudah mendapatkan hampir 800 ribu views. Unggahan itu juga mendapat 368 komentar.
Benarkah pesawat militer milik Negeri Paman Sam melewati wilayah udara Padang?
1. TNI AU membenarkan ada pesawat militer AS yang sempat melintasi Padang

Ketika IDN Times konfirmasi kepada TNI Angkatan Udara (AU), mereka membenarkan adanya pesawat militer Amerika Serikat yang sempat melintas di wilayah udara perairan Kota Padang, Sumatra Barat pada Senin, 1 Juni 2026.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama I Nyoman Suadnyana mengatakan, pesawat itu merupakan Lockheed C-130T Hercules milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Pesawat tersebut diketahui tengah melakukan uji terbang (test flight) pada 1 Juni 2026.
Sebelumnya, pesawat itu melakukan pendaratan darurat di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM), Padang, pada 25 Mei 2026. Perwira tinggi di TNI AU itu menjelaskan, pesawat tersebut semula terbang dari Malaysia menuju pangkalan militer AS di Diego Garcia. Tetapi, di dalam perjalanannya, pesawat mengalami gangguan pada mesin sehingga harus dialihkan untuk mendarat di bandara terdekat.
“Ada masalah engine nomor tiga sehingga harus mendarat di bandara terdekat, yang paling dekat BIM, Padang,” ungkap Nyoman ketika dikonfirmasi, Senin (29/6/2026).
2. Tidak ditemukan pelanggaran yang dilakukan pesawat militer AS

Lebih lanjut, Nyoman mengatakan, pendaratan tersebut dilakukan sesuai prosedur dan tidak ditemukan pelanggaran aturan penerbangan. Pesawat juga telah mengantongi dokumen serta perizinan yang diperlukan.
"Jadi, tidak ada pelanggaran. Semua sesuai prosedur," katanya.
Ia juga memastikan tidak ada agenda lain dalam melintasnya pesawat militer Amerika Serikat tersebut di wilayah udara Indonesia. Nyoman menyebut, seluruh awak pesawat telah menjalani pemeriksaan oleh petugas keamanan bandara saat mendarat.
“Petugas sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh. Murni karena trouble engine,” tutur dia.
Pesawat AL AS itu sudah meninggalkan teritori Indonesia pada 4 Juni 2026.
3. Pesawat mendarat di Sumbar untuk perbaikan karena ada kerusakan mesin

Berdasarkan informasi dari Mabes TNI AU, maka benar pesawat militer dari Negeri Paman Sam sempat berada di wilayah udara Padang. Tetapi, pesawat tersebut berada di sana untuk perbaikan karena terjadi kerusakan mesin.
Adapun pemerintah hingga saat ini belum meneken proposal blanket overflight access yang ditawarkan oleh Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.


















